JAWA TENGAH — Manchester United menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di laga Bigger Cup, Rabu dini hari WIB, tetapi sorotan justru beralih ke Lisandro Martinez yang melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan transfer klub. Bek asal Argentina itu secara terbuka mempertanyakan peran direktur teknik Jason Wilcox dan meminta investasi pemain yang lebih serius.
Kekalahan di Madrid berjalan nyaris tanpa perlawanan berarti. Gol cepat Pablo Barrios di menit pembuka membuka jalan kemenangan Atletico, disusul lesakan Ademola Lookman setelah Senne Lammens menepis tembakan Jonathan David. Manchester United sempat menciptakan peluang, Atletico dianulir VAR karena handball, dan kedua tim menghantam mistar gawang sebelum Leny Yoro diganjar kartu merah.
Kritik Terbuka Martinez: "Saya Berharap Lebih dari Direktur Teknik"
Wawancara pascapertandingan bersama Amazon Prime berubah menjadi momen Martinez membuka borok internal klub. Ia menyoroti kebijakan transfer dan kepemimpinan direktur teknik Jason Wilcox sebagai akar masalah.
"Malam ini mudah menyalahkan pelatih, mudah menyalahkan pemain, tetapi kita juga harus melihat area lain," kata Martinez kepada reporter Gabriel Clarke. "Saya berharap lebih banyak investasi, 100 persen. Saya berharap lebih dari direktur teknik kami. Musim lalu kami melakukan segalanya, kami menciptakan fondasi untuk membangun tim yang luar biasa. Anda tidak bisa terus mengganti, mengganti, mengganti pelatih. Bagaimana dengan area lain?"
Peter Schmeichel Kewalahan Hentikan Curhat Martinez
Martinez melanjutkan kritiknya dalam wawancara terpisah bersama Peter Schmeichel untuk CBS. Legenda Manchester United yang kini menjadi duta global klub itu tampak gelisah dan berulang kali mencoba mengalihkan topik, tetapi tidak mampu menghentikan bek tengah tersebut.
Reaksi publik terbelah. Sebagian menilai Martinez, yang performanya musim ini jauh dari kata meyakinkan, tidak berhak merendahkan rekan setim. Sebagian lain sepakat bahwa persoalan internal klub seharusnya diselesaikan di ruang tertutup. Jurnalis Jamie Jackson melaporkan bahwa pendapat Martinez sebenarnya mewakili mayoritas pemain.
Hukuman Menanti dan Skenario Hengkang Januari
Manajemen Manchester United diperkirakan tidak tinggal diam. Denda besar dan latihan terpisah bersama tim muda disebut-sebut sebagai langkah awal sanksi yang mungkin dijatuhkan. Posisi Martinez di skuad utama pun tidak lagi aman.
Penampilannya musim ini jauh dari standar bek tengah klub besar, dan situasi ini membuka peluang hengkang pada jendela transfer Januari. Jika direktur teknik masih menjabat saat itu, opsi paling pahit bagi klub adalah menahan Martinez hingga kontraknya berakhir Juni mendatang.
Jadwal Berikutnya
Manchester United harus segera bangkit. Bigger Cup masih menyisakan laga melawan Lask dan Paris Saint-Germain, sementara tekanan di dalam klub terus meningkat seiring hasil buruk yang beruntun.