SOLO — Sembilan hotel yang menjadi lokasi pameran meliputi Solo Paragon, Megaland, The Alana, Lorin, The Sunan, Sahid Jaya, Novotel, Harris Hotel, dan The Royal Surakarta Heritage. Pemkot Solo menyebut konsep ini sebagai langkah eksperimental untuk menjangkau wisatawan yang belum sempat berkunjung langsung ke bangunan museum.
Respati menilai pameran di hotel efektif memperkenalkan warisan budaya kepada tamu yang selama ini hanya melintas di kawasan Solo Raya. Ia menyoroti potensi koleksi museum yang selama ini tersimpan di dalam gedung dan kurang tersentuh wisatawan.
Koleksi Museum Radya Pustaka dan Keris Nusantara Dipindah Sementara ke Hotel
Pameran temporer ini memanfaatkan koleksi dua museum milik Pemkot Solo, yakni Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Nusantara. Keduanya dikenal menyimpan naskah kuno, arca, dan koleksi keris dari berbagai era.
“Ini juga komitmen dari melestarikan, memperkenalkan, dan memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya di Kota Surakarta. Intinya kami mempromosikan warisan budaya yang ada di Museum Radya Pustaka dan Keris untuk dikenalkan di hotel-hotel Solo Raya agar mendapat perhatian lebih. Ini juga untuk mengoptimalkan koleksi museum kami,” ujar Respati.
Revitalisasi Dua Museum Menunggu Bantuan Kementerian Kebudayaan
Selain pameran temporer, Pemkot Solo menyiapkan revitalisasi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Nusantara. Pembenahan fisik dan tata pamer tersebut berasal dari Kementerian Kebudayaan.
Revitalisasi diproyeksikan menghadirkan wajah museum yang lebih segar dan interaktif. Respati berharap bantuan Kementerian Kebudayaan tahun ini bisa segera merealisasikan pembenahan tersebut.
“Upaya revitalisasi nanti menghadirkan tampilan baru museum. Saya optimis bantuan dari Kementerian Kebudayaan di tahun ini akan merubah wajah museum Kota Solo,” tambahnya.
Pameran Museum Diarahkan Dukung Solo sebagai Destinasi Wellness Tourism 2030
Rangkaian promosi budaya dan modernisasi museum ini diharapkan memperkuat sektor pariwisata daerah. Pemkot Solo menargetkan posisi Solo sebagai destinasi wellness tourism pada 2030 mendatang.
Respati menyebut seluruh agenda pameran dan revitalisasi museum sebagai bagian dari penguatan identitas budaya kota. Ia berharap wisatawan tidak hanya mengenal Solo dari kuliner dan batik, tetapi juga dari koleksi museumnya.