BATANG — Ancaman gagal panen kini membayangi petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Batang. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) mencatat luas lahan yang mengalami kekeringan mencapai 511 hektare, tersebar di beberapa titik sentra produksi padi.
Dari total lahan terdampak tersebut, sekitar 153 hektare dilaporkan sudah mengalami puso. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengerahkan bantuan peralatan pengairan ke lapangan.
114 Pompa Air Disalurkan ke Titik Terparah
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perkebunan (Disparperta) Kabupaten Batang, Rini Diana Anggraini, menyatakan bantuan tersebut merupakan intervensi langsung dari Kementerian Pertanian. Seluruh unit pompa air akan dibagikan kepada kelompok tani yang telah dipetakan berdasarkan tingkat kekeringan.
“Ini adalah salah satu upaya intervensi kita kepada petani dalam rangka penanganan kekeringan yang ada di wilayah Kabupaten Batang,” kata Rini, Rabu (26/8/2026).
Distribusi bantuan tidak dilakukan secara merata ke semua wilayah. Prioritas utama diberikan kepada kelompok tani yang berada di lokasi dengan kondisi kekeringan paling parah dan kebutuhan pengairan paling mendesak.
Mengapa Kekeringan Tahun Ini Lebih Cepat Meluas?
Fenomena ini menjadi peringatan dini bagi ketahanan pangan di Batang. Jika musim kemarau masih berlanjut dan pasokan air irigasi terus berkurang, luas lahan puso dikhawatirkan akan terus bertambah.
Pompa air yang disalurkan diharapkan mampu menyelamatkan sisa tanaman yang masih produktif. Para petani dapat memanfaatkan pompa tersebut untuk mengalirkan air dari sumber-sumber terdekat, seperti sungai atau sumur bor, ke area persawahan yang mulai mengering.
Langkah Lanjutan Disparperta Batang
Pemkab Batang tidak berhenti pada penyaluran pompa air. Disparperta terus memantau perkembangan kekeringan di lapangan dan melakukan pendataan ulang terhadap area yang berpotensi terdampak.
Bantuan tambahan berupa pipanisasi atau normalisasi saluran irigasi tersier juga tengah dikaji untuk memastikan distribusi air berjalan efisien. Para penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga diminta siaga mendampingi petani di wilayah rawan kekeringan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka gagal panen dan menjaga produktivitas padi di Kabupaten Batang pada musim tanam saat ini.