Pencarian

Revola Jateng Ubah 10 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara, 625 KK Miskin Dilibatkan hingga Hasilkan Rp 1,9 Miliar

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:03:25 WIB
Revola Jateng Ubah 10 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara, 625 KK Miskin Dilibatkan hingga Hasilkan Rp 1,9 Miliar
Petani mengelola lahan tidur seluas 10 hektare di Banjarnegara melalui program Revola Jateng.

BANJARNEGARA — Lahan seluas 10 hektare yang belasan tahun terbengkalai di Banjarnegara kini mulai produktif lewat program Revolusi Lahan (Revola) Jateng. Lahan bekas Perkebunan Inti Rakyat (PIR) teh itu dikelola dengan sistem pertanian terpadu berbasis teknologi atau integrated smart farming.

Kepala Distanak Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut operasional program ini melibatkan 22 stakeholder dan 625 KK di daerah tersebut. Mereka tersebar di empat klaster usaha: tanaman keras, peternakan, holtikultura, serta tanaman pangan.

Empat Klaster Usaha di Lahan 10 Hektare

Pembagian lahan dilakukan secara berjenjang. Dua hektare pertama ditanami alpukat dan kopi, sementara kurang dari setengah hektare digunakan untuk kandang ayam serta kambing atau domba.

Lahan lain dialokasikan untuk cabai, pisang, dan terong. Sisanya ditanami jagung dan padi. Menurut Tavares, lahan ini tidak diolah selama 12 tahun sebelum akhirnya dikembalikan ke masyarakat.

Generasi Muda Pegang Kendali Teknologi

Yang menarik dari Revola Jateng adalah pembagian peran antargenerasi. Petani senior fokus pada pengolahan lahan, sementara milenial menangani aspek teknis smart farming.

“Pembagian tugasnya, petani generasi tua atau senior lebih pada pengolahan lahan sedangkan generasi muda menangani teknis yang berkaitan dengan teknologi smart farming seperti drop irrigation (irigasi tetes), drone, alat pendeteksi kelembaban tanah dan air, dan lainnya,” kata Tavares di Semarang, belum lama ini.

Pendekatan ini dinilai menjembatani transfer pengetahuan. Generasi tua tetap memegang kearifan lokal pengolahan, sementara anak muda membawa efisiensi lewat perangkat modern.

Target: 625 KK Miskin Naik Kelas

Dampak ekonomi program ini sudah mulai terasa. Distanak Jateng memperkirakan nilai produksi dari lahan tersebut mencapai Rp 1,9 miliar, mencakup hasil peternakan dan pertanian.

“Ada 625 KK miskin yang terlibat di daerah itu, dan kita harapkan bisa naik kelas menjadi tidak miskin,” tegas Tavares.

Kendati baru berstatus pilot project, sejumlah daerah lain dikabarkan sudah mengajukan diri. Distanak Jateng berencana memperluas skema serupa ke wilayah lain yang memiliki lahan tidur serupa.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radioidola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks