Pencarian

Wagub Jateng Taj Yasin Dukung Kolaborasi SGN dan Kelompok Tani Garap 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2026 • 12:19:01 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Dukung Kolaborasi SGN dan Kelompok Tani Garap 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Ketahanan Pangan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Banjarnegara, yang akan digarap untuk ketahanan pangan.

BANJARNEGARA — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendukung penuh pemanfaatan lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Lahan milik Indonesia Power itu digarap melalui kolaborasi Santri Gayeng Nusantara (SGN) dan kelompok tani.

Penandatanganan dan penanaman jagung perdana dilakukan pada Selasa (14/7/2026). Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi pertanian terpadu dan Agro Eduwisata Religi.

Arahan Presiden soal Ketahanan Pangan Jadi Pemicu

Taj Yasin menegaskan, langkah ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto. “Pemerintah memberikan peluang kepada masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk menjalankan program sesuai perintah Presiden terkait ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara SGN, kelompok tani, dan Indonesia Power tidak hanya fokus pada jagung. Sektor hortikultura, perikanan, hingga peternakan juga akan dikembangkan secara terintegrasi.

Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi

Wagub yang juga menjabat Panglima SGN itu menilai keterlibatan pesantren dalam program ini strategis. “Inilah bentuk pemberdayaan pesantren. Bukan hanya memberikan pendidikan keagamaan saja, tetapi juga menjadi penggerak pertanian dan ekonomi,” katanya.

Ketua SGN Pusat, KH Muhammad Chamzah Hasan atau Gus Chamzah, menjelaskan gagasan ini berawal dari arahan Taj Yasin agar SGN memberi manfaat nyata. “Santri Gayeng berada di depan sebagai fasilitator, tetapi yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat, terutama kelompok tani,” ujarnya.

Target Swasembada Jagung dan Konservasi Lingkungan

Taj Yasin menyebut, Jawa Tengah merupakan lumbung jagung nasional dengan produksi 3,721 juta ton pada 2025 atau 17,02 persen dari produksi nasional. Capaian itu akan ditingkatkan melalui perluasan areal tanam.

“Kalau ketahanan pangan itu kita siap, ekonomi tidak bisa digoyang, tidak bisa diintervensi oleh negara mana pun,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Himawan Wahyu, menambahkan, kawasan ini dikembangkan dengan konsep pertanian terintegrasi. Selain jagung, lahan juga ditanami padi, cabai, kembang kol, dan terong. Sektor kehutanan dikembangkan dengan pohon multipurpose seperti durian dan alpukat, sedangkan peternakan mengembangkan kambing dengan sistem silvopastura.

Pemprov Jateng juga menyiapkan dukungan pengembangan jagung seluas 3.200 hektare pada 2026 sebagai bagian dari program swasembada jagung, termasuk di Banjarnegara.

Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks