Pencarian

SMKN 1 Adiwerna Tegal Bawa 500 Siswa Baru ke Markas Yonzipur Slawi untuk Pendidikan Kepemimpinan

Jumat, 31 Juli 2026 • 11:30:01 WIB
SMKN 1 Adiwerna Tegal Bawa 500 Siswa Baru ke Markas Yonzipur Slawi untuk Pendidikan Kepemimpinan
siswa baru SMKN 1 Adiwerna mengikuti pendidikan karakter dan kepemimpinan di Markas Yonzipur Slawi selama tiga hari.

SLAWI — Puluhan jam di barak militer mengubah rutinitas calon siswa SMKN 1 Adiwerna menjadi latihan fisik, baris-berbaris, hingga jurit malam. Sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Tegal itu sengaja menggandeng TNI untuk membekali peserta didik baru dengan nilai kedisiplinan sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai.

Kegiatan bertajuk Pendidikan Karakter Dasar Kepemimpinan (PKDK), Pelantikan Tunas Muda (PTM) ke-31, dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) ke-29 ini berlangsung selama tiga hari dua malam. Seluruh peserta didik baru dilibatkan dalam rangkaian yang mengombinasikan pelatihan militer, wawasan kebangsaan, dan kepramukaan.

Materi Militer dan Kerohanian Jadi Bekal Siswa SMK

Kepala SMKN 1 Adiwerna, Joko Pramono, menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan transfer keterampilan teknis. Menurutnya, fondasi karakter menjadi prioritas utama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Pendidikan di SMK tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis semata, tetapi yang jauh lebih utama adalah membangun fondasi karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan," ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis (30/7/2026).

Sinergi dengan TNI di Yonzipur Slawi diharapkan membuat para siswa menyerap nilai-nilai kedisiplinan tinggi, semangat pantang menyerah, dan kebersamaan. Bekal ini dinilai penting baik selama menempuh pendidikan maupun saat terjun ke dunia industri kelak.

Latihan PBB hingga Jurit Malam Didampingi Pelatih Yonzipur

Wakil Penanggung Jawab Kegiatan, Trio Bowo Leksana, menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang komprehensif. Para siswa didampingi langsung oleh tim pelatih dari Yonzipur serta guru pendamping selama tiga hari pelaksanaan.

Materi yang diberikan meliputi Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), wawasan Bela Negara, pembinaan fisik, hingga kegiatan outbond dan jurit malam. Penguatan nilai kerohanian dan keagamaan juga menjadi pilar utama melalui salat berjamaah dan giat keagamaan berkala.

"Kami optimis, sekembalinya dari markas Yonzipur, siswa-siswi akan membawa perubahan sikap yang lebih mandiri, disiplin, dan solid," sambung Trio Bowo Leksana.

Pembentukan Karakter Sebelum Masuk Dunia Industri

Kegiatan semacam ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda berkarakter kuat. Bagi siswa SMK yang kelak langsung menghadapi dunia kerja, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan menjadi modal utama yang tidak bisa diajarkan hanya di dalam kelas.

Dengan selesainya rangkaian PKDK, PTM, dan PTA ini, para siswa baru diharapkan memulai tahun ajaran dengan mental yang lebih siap. Sekolah menargetkan perubahan sikap yang mandiri dan solid langsung terlihat begitu mereka kembali ke lingkungan sekolah.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks