Keluhan PKH Tak Cair Direspons Gubernur Jateng, Petugas Datang ke Rumah Warga Bawen

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:05:31 WIB
Gubernur Jawa Tengah merespons keluhan warga Bawen soal PKH yang tidak cair dengan mengirim petugas ke rumah penerima.

JAWA TENGAH — Keluhan warga soal bantuan sosial (bansos) yang tidak kunjung cair atau bahkan raib kerap kali menemui jalan buntu. Namun, seorang warganet mengaku masalahnya langsung ditangani setelah mengirim pesan langsung (DM) ke akun Instagram Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Peristiwa ini terekam dalam unggahan di akun resmi Gubernur Jateng pada Senin (24/8/2026) dan menuai beragam respons dari warganet.

Kronologi Keluhan dan Respons Cepat

Dalam unggahan yang disertai empat slide tangkapan layar percakapan, terlihat akun @dinaamina99 mengirim pesan kepada Gubernur Ahmad Luthfi. Ia mengawali pesan dengan permohonan maaf karena mengganggu, kemudian menyampaikan kondisi ibunya yang merupakan penerima PKH.

"Saya cuman mau bercerita ibu saya kan penerima PKH. Udah ada petugas yang ke rumah. Katanya mau dibikinin kartu ATM tapi sampai sekarang kartu nya belum dapat," tulis akun tersebut seperti dikutip dari unggahan resmi.

Lebih lanjut, pelapor mengungkapkan kejanggalan yang terjadi. Setiap dana PKH cair hingga empat kali, uangnya sudah diambil oleh pihak lain tanpa sepengetahuan ibunya. Padahal, ibunya tidak pernah menerima undangan untuk mengambil bantuan tersebut.

Menanggapi pesan itu, akun Gubernur Ahmad Luthfi meminta data lengkap berupa nama penerima, alamat, dan nomor telepon. Permintaan tersebut dipenuhi oleh pelapor, yang menyebut alamatnya berada di Bawen, Kabupaten Semarang.

Tindak Lanjut di Lapangan

Janji untuk menindaklanjuti bukan sekadar retorika. Unggahan tersebut juga memperlihatkan foto-foto petugas dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mendatangi kediaman pelapor. Pendampingan dilanjutkan hingga proses pembuatan kartu ATM di bank.

"Sudah ada petugas Pemprov Jateng yang ke rumah?" tanya akun Gubernur Ahmad Luthfi dalam unggahan tersebut.

"Alhamdulillah sudah, terimakasih pak Gubernur atas responnya. Bantuan ini sangat membantu kami," jawab akun @dinaamina99.

Respons Warganet dan Penilaian Publik

Unggahan tersebut langsung ramai dikomentari. Hingga berita ini ditulis, hampir 200 komentar dan 2.000 tanda suka membanjiri kolom unggahan. Sebagian besar warganet mengapresiasi langkah Gubernur Ahmad Luthfi.

"Maturnuwun Pak Gubernur, Tanggap, Tanggon Trengginas," tulis akun @yudi.iswant.

"Sat Set," komentar @putrajr.putra.

"Mantap Pak Gubernur langsung melayani masyarakat," tulis akun @rchristiawan.

Sejumlah warganet menilai Gubernur Ahmad Luthfi berhasil menggerakkan sistem pemerintahan dengan manajerial yang baik. Tanpa turun langsung ke lokasi, dinas terkait bergerak cepat menyelesaikan persoalan yang diadukan warganya.

Catatan untuk Penerima Bansos

Kasus ini menjadi pengingat bagi penerima manfaat PKH untuk aktif memantau status bantuannya. Dana yang seharusnya diterima bisa saja bermasalah jika data atau kartu ATM tidak segera diurus.

Jika menemukan kejanggalan serupa, warga dapat melaporkan melalui kanal pengaduan resmi, baik ke pendamping PKH setempat, Dinas Sosial kabupaten/kota, maupun melalui akun media sosial resmi pemerintah. Waspadai pula praktik oknum yang meminta imbalan untuk mengurus bantuan. Penyaluran bansos tidak dipungut biaya apapun.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: suarabaru.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top