AMBARAWA — Usaha opak gendar milik Liswati Wahyuni, warga RW 2 Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, mendapat pendampingan dari mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Pendampingan difokuskan pada pembuatan konten digital untuk memperkenalkan kuliner tradisional ini lebih luas, Sabtu (22/8/2026).
Liswati sudah menekuni produksi opak gendar sejak 2022. Meski dikerjakan secara sederhana dari rumah, produknya kerap dijadikan oleh-oleh dan memiliki pelanggan tetap hingga luar kota.
Setiap harinya, Liswati mampu memproduksi opak gendar sebanyak 1-2 kilogram. Camilan gurih ini dijual dengan harga Rp28.000 per kilogram, bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain.
Proses pembuatan dilakukan secara tradisional, bahkan sering dimulai pada dini hari. Hal ini dilakukan agar opak gendar siap jual saat pagi hari.
Liswati mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN yang membantunya mempromosikan usaha. Ia berharap pendampingan ini bisa membuat opak gendar Ngampin semakin dikenal masyarakat luas.
"Saya senang ada yang menemani dan mengajak ngobrol ketika proses pembuatan opak gendar di jam 2 pagi. Semoga usaha ini bisa semakin dikenal," ujar Liswati.
Para mahasiswa KKN UPGRIS mendokumentasikan seluruh proses produksi opak gendar, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan. Materi tersebut kemudian diolah menjadi konten promosi yang menarik untuk diunggah ke berbagai platform digital.
Upaya ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pemasaran, tetapi juga menjaga keberadaan opak gendar sebagai warisan kuliner khas Ngampin. Dengan promosi digital, UMKM lokal diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih modern tanpa meninggalkan keaslian rasa dan proses pembuatannya.