Pencarian

BYD Patenkan Robot Humanoid, Siap Layani Pelanggan di Diler

Senin, 12 Oktober 2026 • 19:32:01 WIB
BYD Patenkan Robot Humanoid, Siap Layani Pelanggan di Diler
Robot humanoid BYD dipatenkan dengan desain setinggi 1,61 meter dan bobot 58,5 kg.

JAWA TENGAH — BYD mematenkan desain robot humanoid yang dirancang untuk melayani pelanggan di jaringan diler, dengan dokumen paten dipublikasikan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China pada 9 Oktober 2026. Robot setinggi 1,61 meter dan bobot 58,5 kg ini menjadi langkah terbaru pabrikan China masuk ke sektor robotika, menyusul Chery Group yang lebih dulu mengenalkan konsep serupa. Belum ada jadwal resmi kapan robot ini akan bertugas secara komersial di diler.

Dokumen paten yang dipublikasikan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China mengungkap wujud robot humanoid BYD secara detail. Desainnya menyerupai manusia dengan balutan warna hitam-putih, kepala melengkung tanpa layar, serta lengan dan kaki yang dilengkapi sejumlah sendi untuk bergerak.

Bentuk robot dalam paten tersebut memiliki kemiripan dengan Xiao Di, robot yang sebelumnya diperkenalkan oleh eksekutif BYD. Pihak perusahaan belum memastikan apakah desain paten itu merupakan versi final Xiao Di atau model terpisah.

Spesifikasi Xiao Di: 31 Derajat Kebebasan Gerak

Dari informasi yang pernah diungkap BYD, Xiao Di memiliki tinggi 1,61 meter dan bobot 58,5 kg. Robot ini dibekali 31 derajat kebebasan gerak atau degrees of freedom, jumlah yang cukup untuk meniru rentang gerakan tubuh manusia.

Bagian tangannya memiliki akurasi penempatan berulang hingga ±1 mm. Tingkat presisi sekecil itu dibutuhkan untuk tugas-tugas halus seperti menunjuk tombol, mengoperasikan layar sentuh, atau memegang benda ringan tanpa merusaknya.

Tugas di Diler: Menyambut hingga Menjelaskan Fitur Mobil

Rencana penempatan robot humanoid di jaringan diler BYD mencakup beberapa peran layanan pelanggan. Tugasnya mulai dari menyambut pengunjung, menjelaskan fitur mobil, hingga mendemonstrasikan sistem hiburan kendaraan.

Peran tersebut menyasar bagian penjualan yang biasanya butuh banyak tenaga manusia. Seorang robot yang bisa mengulang penjelasan teknis tanpa lelah punya nilai tersendiri bagi diler dengan lalu lintas pengunjung tinggi.

Teknologi yang sama juga dikembangkan untuk kebutuhan industri dan layanan lain di luar diler. BYD belum mengumumkan jadwal penggunaan robot humanoid itu secara komersial.

Investasi Bertahap Sejak 2022

Langkah BYD masuk ke robotika bukan proyek mendadak. Perusahaan mulai membentuk tim riset khusus robotika pada 2022, lalu berinvestasi di Agibot pada 2023, dan mengambil saham di Percibot pada 2025.

Rangkaian investasi itu menunjukkan BYD membangun kemampuan robotika lewat jalur eksternal sekaligus riset internal. Agibot dan Percibot bergerak di bidang robotika, sektor yang belakangan jadi incaran pemodal China.

Chery Group lebih dulu mengenalkan robot humanoid, sehingga langkah BYD ini menempatkan kedua pabrikan China itu bersaing di ranah yang sama. Peta persaingan bukan lagi soal penjualan mobil listrik, tapi juga siapa lebih cepat membawa robot ke ruang pamer.

Belum Ada Kepastian Waktu Komersialisasi

Meski desain paten sudah dipublikasikan, BYD tetap belum memberi tanggal pasti kapan robot humanoid ini mulai bertugas di diler. Publikasi paten sendiri hanya menandai tahap perlindungan kekayaan intelektual, bukan jaminan produk langsung diproduksi massal.

Pengamat industri robotika umumnya melihat tahap uji coba di lingkungan terbatas sebelum penerapan luas. Untuk BYD, diler sendiri bisa jadi lokasi uji paling masuk akal karena perusahaan menguasai penuh ruang dan alur layanannya.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks