JAWA TENGAH — Pemerintah China resmi mengenakan pajak konsumsi 2 persen atas baterai lithium-ion untuk kendaraan energi baru sejak 1 September, tarif yang akan naik jadi 4 persen pada September 2027. Kebijakan ini mencabut pembebasan pajak yang berlaku sejak 2015, dan diperkirakan menaikkan harga jual mobil listrik maupun plug-in hybrid di pasar domestik. Penjualan kendaraan ramah lingkungan China sudah turun 10 persen pada paruh pertama 2026.
Sebelumnya, keringanan pajak untuk baterai lithium-ion sudah diperkenalkan sejak 2015 berupa pembebasan pajak konsumsi sebesar 4 persen. China menerapkan kebijakan itu untuk mendukung pengembangan industri kendaraan energi baru. Setelah 11 tahun, kebijakan tersebut dirombak.
EVE Energy Akan Bebankan Pajak ke Harga Baterai
Sejumlah perusahaan diperkirakan membebankan biaya tambahan tersebut kepada konsumen. Menurut laporan media China, produsen baterai EVE Energy berencana menambahkan pajak 2 persen itu ke dalam harga jual baterainya.
Asia Nikkei melaporkan, seiring melambatnya pertumbuhan permintaan, produsen mobil di China harus menanggung biaya yang sebelumnya ditutupi insentif. Biaya tersebut pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen dan berpotensi mengubah struktur pasar otomotif China.
Pajak Pembelian Kendaraan Baru Naik Bertahap
Bukan hanya baterai. Pemerintah China juga berencana menghapuskan keringanan pajak untuk pembelian kendaraan baru. Pada 2014 hingga akhir 2025, pajak 10 persen atas pembelian kendaraan baru sepenuhnya dibebaskan untuk kendaraan energi baru.
Namun sejak Januari, pembelian tersebut dikenakan pajak sebesar 5 persen. Pada Januari 2028, tarifnya akan naik menjadi 10 persen, sama dengan tarif yang berlaku untuk kendaraan konvensional bermesin bakar.
Penjualan Mobil Listrik China Turun 10 Persen
Pajak-pajak ini menaikkan harga bagi konsumen. Dikombinasikan dengan penurunan belanja konsumen di tengah kemerosotan sektor properti China, berkurangnya insentif telah memengaruhi penjualan kendaraan energi baru di dalam negeri.
Penjualan kendaraan ramah lingkungan di China turun 10 persen pada paruh pertama tahun 2026. Pengurangan insentif, termasuk yang terkait dengan baterai, juga diperkirakan berdampak pada rantai pasokan.
Dominasi 11 Tahun Berturut-turut di Pasar Global
Menurut sebuah asosiasi industri, China menempati peringkat pertama secara global dalam penjualan kendaraan energi baru termasuk ekspor selama 11 tahun berturut-turut hingga 2025. Kendaraan energi baru mencakup 48 persen dari total penjualan kendaraan baru di China, meningkat tajam dari kontribusi 5 persen pada 2020.
Dukungan pemerintah dan pertumbuhan pasar meningkatkan persaingan di antara produsen otomotif. Hasilnya, banyak model baru diluncurkan di China. Namun satu per satu kemudahan kendaraan energi baru di China dicabut.