JAWA TENGAH — Rencana Xiaomi meluncurkan Xiaomi 18 Ultra resmi dibatalkan, dan penyebabnya bukan soal teknis, melainkan harga jual yang dianggap terlalu tinggi. Informasi dari tipster Digital Chat Station menyebut varian Ultra berikutnya kemungkinan baru hadir lewat Xiaomi 19 Ultra pada akhir 2027 atau awal 2028, saat harga komponen memori sudah lebih stabil.
Kabar pembatalan Xiaomi 18 Ultra sebenarnya sudah mencuat sejak Agustus 2026. Informasi terbaru dari Digital Chat Station (DCS) kini memperkuat dugaan tersebut sekaligus membocorkan rincian spesifikasi yang seharusnya diusung perangkat ini.
Menurut DCS, keputusan pembatalan diambil secara internal karena harga jual Xiaomi 18 Ultra dinilai terlalu mahal. Xiaomi disebut memperkirakan angka penjualan tidak akan cukup kuat untuk menutup biaya produksi di harga tersebut.
Spesifikasi yang Batal Dirilis: Layar Bezel 1 mm hingga Tiga Kamera 200MP
Seandainya tetap meluncur, Xiaomi 18 Ultra dirancang mengusung layar datar dengan bezel sekitar 1 mm di keempat sisinya. Dapur pacunya diperkirakan memakai chip flagship yang mampu mencetak skor di atas 5 juta poin (500W+) dalam uji benchmark.
DCS tidak menyebut nama chip maupun jenis benchmark secara spesifik. Namun, chip tersebut kemungkinan besar adalah Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Bagian kamera menjadi komponen paling menonjol dari rencana Xiaomi 18 Ultra. Konfigurasinya mencakup tiga kamera beresolusi 200MP:
- Kamera utama dengan sensor LOFIC 1/1,12 inci
- Kamera ultra-wide dengan sensor 1/1,56 inci
- Kamera telefoto periskop dengan sensor LOFIC 1/1,28 inci
Xiaomi juga disebut menyiapkan kemampuan zoom optik kontinu, lensa multispektral, dan lensa eksternal magnetis. Detail lain meliputi motor getar 0916 dan speaker ganda simetris.
Harga Rp 26,7 Juta Jadi Biang Kerok Pembatalan
Konfigurasi yang dilaporkan adalah RAM 12GB dengan penyimpanan 256GB, dibanderol 9.999 yuan atau sekitar Rp 26,7 juta. Angka ini yang kemudian menjadi pertimbangan utama Xiaomi untuk membatalkan peluncurannya.
DCS menutup unggahannya dengan pertanyaan retoris soal kesediaan pembeli membayar harga sebesar itu, lalu menegaskan perangkat tersebut telah dibatalkan.
Keputusan ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebut kenaikan biaya komponen memori sebagai pemicu pembatalan model Ultra. Artinya, masalahnya bukan pada kemampuan teknis perangkat, melainkan pada struktur biaya yang membuat harga jual melambung di luar batas wajar pasar.
Xiaomi 19 Ultra Jadi Harapan Baru di 2027
Laporan yang sama mengungkap varian Ultra kemungkinan kembali hadir lewat Xiaomi 19 Ultra pada akhir 2027 atau awal 2028. Waktunya dipilih karena harga komponen diperkirakan sudah lebih stabil saat itu.
Bagi calon pembeli di Indonesia, kabar ini berarti wait and see masih jadi sikap paling masuk akal. Xiaomi belum memberikan pernyataan resmi soal nasib lini Ultra, sehingga semua informasi masih bersifat bocoran dari tipster dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Yang jelas, strategi Xiaomi kali ini menunjukkan bahwa spesifikasi puncak tidak selalu cukup. Ketika harga komponen melonjak, produsen sekelas Xiaomi pun harus memilih antara merilis produk mahal dengan risiko penjualan lemah, atau menunda demi harga yang lebih kompetitif.