JAWA TENGAH — Max Verstappen membuktikan kelasnya di luar lintasan Formula 1 dengan menaklukkan 100 pembalap dalam acara go-kart bertajuk 'Max vs 100'. Start dari posisi paling belakang, juara dunia empat kali itu hanya butuh 14 putaran dari total 30 lap untuk merebut posisi terdepan.
Pembalap Red Bull Racing itu turun di Sirkuit Silverstone, Inggris, dalam ajang hiburan yang mempertemukannya dengan 100 peserta sekaligus. Verstappen memulai balapan dari posisi ke-101, di belakang seluruh lawan yang terdiri dari pembalap amatir maupun semi-profesional.
Format balapan menetapkan Verstappen harus menyalip seluruh rivalnya dalam 30 lap dengan batas waktu 75 menit. Tugas itu nyaris mustahil bagi pembalap biasa, tetapi tidak bagi pria berusia 28 tahun tersebut.
Salip Lebih dari 60 Rival di Lap Pertama
Lepas dari garis start, Verstappen langsung melesat melewati lebih dari 60 pembalap hanya dalam putaran pertama. Aksi itu membuat posisinya melompat drastis dari barisan paling belakang ke pertengahan kelompok.
Kecepatan dan ketepatan manuver Verstappen di tikungan Silverstone menjadi pembeda utama. Pembalap asal Belanda itu memanfaatkan setiap celah untuk menyalip tanpa membuang waktu.
Hanya 14 Putaran untuk Rebut Posisi Pertama
Verstappen akhirnya mengunci posisi terdepan setelah menuntaskan 14 putaran, atau belum sampai separuh dari total 30 lap yang tersedia. Waktu yang dibutuhkannya hanya 35 menit dari batas 75 menit.
Catatan itu menegaskan jarak kelas antara Verstappen dan para pesertanya. Ia menyelesaikan misi menyalip 100 orang jauh lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.
Bukan Kali Pertama Verstappen Unjuk Gigi di Luar F1
Verstappen dikenal rutin mengikuti ajang balapan simulasi dan kegiatan hiburan di sela kalender Formula 1. Kegiatan seperti 'Max vs 100' berfungsi menjaga ketajaman insting balapnya sekaligus menghibur penggemar.
Prestasi di lintasan sesungguhnya jauh lebih besar. Verstappen telah mengoleksi empat gelar juara dunia F1 dan menjadi salah satu pembalap paling dominan di era modern.
Penampilannya di Silverstone menambah panjang daftar momen ketika pembalap berusia 28 tahun itu menunjukkan kemampuan mengelola tekanan, membaca lintasan, dan mengeksekusi manuver dalam waktu singkat.