JAWA TENGAH — Lonjakan ini menunjukkan ponsel bukan lagi target sekunder bagi peretas. Data Kaspersky Security Network yang bersifat anonim mencatat, angka pada tiga bulan pertama 2026 ini setara dua pertiga dari total serangan Trojan bank sepanjang tahun penuh 2025.
Kerugian Rata-rata Korban Capai Rp 12,9 Juta per Serangan
Studi terpisah Kaspersky bertajuk The Great Messaging Heist mengungkapkan dampak finansial yang lebih mengerikan. Satu pesan penipuan yang berhasil menyebabkan kerugian rata-rata US$ 733 atau sekitar Rp 12,9 juta (kurs Rp 17.630 per dolar AS) bagi korban.
Kecepatan eksekusi penipuan menjadi senjata utama pelaku. Lebih dari separuh penipuan yang berhasil, atau 52%, menuntaskan aksinya dalam waktu kurang dari 30 menit—dihitung sejak kontak pertama hingga uang atau data pribadi berpindah tangan.
Modus operandi pun makin canggih. Sebanyak 66% korban meyakini kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk menargetkan mereka, dengan perincian:
- 42% berupa pesan teks yang ditulis menggunakan AI
- 31% memakai suara yang dihasilkan atau ditiru AI
- 25% menggunakan gambar atau video deepfake
Triada dan Keenadu: Ancaman yang Sudah Tertanam Sejak Pabrik
Kaspersky juga menyoroti ancaman backdoor pra-instal yang tertanam dalam firmware perangkat selama proses manufaktur. Malware jenis Triada dan Keenadu tercatat sebagai salah satu ancaman seluler yang paling sering ditemui, sulit dideteksi karena sudah berada di dalam sistem sebelum pengguna mengaktifkan perangkat.
Secara keseluruhan, Kaspersky memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak tidak diinginkan sepanjang kuartal I 2026. Dari 306.070 paket instalasi berbahaya yang terdeteksi, sebanyak 439 paket berkaitan dengan Trojan ransomware seluler.
Penyebaran Malware Makin Licin: dari Toko Aplikasi Ilegal hingga Iklan Berbahaya
Head of Consumer Channel Kaspersky untuk Asia Pasifik, Choon Hong Chee, mengatakan penjahat siber terus menyempurnakan teknik distribusi. "Penjahat siber semakin gencar menggunakan teknik canggih untuk menyebarkan aplikasi seluler berbahaya melalui toko aplikasi tidak resmi, tautan phishing, penawaran hadiah palsu, aplikasi resmi yang telah dimodifikasi, kampanye iklan berbahaya, serta skema penipuan seluler," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).
Strategi serangan kini bertingkat. Banyak serangan diawali dari file, tautan, atau aplikasi yang tampak aman, lalu berlanjut ke aktivitas berbahaya setelah korban lengah. Pelaku juga menyalahgunakan layanan daring yang sah dan perangkat tepercaya untuk menghindari deteksi sistem keamanan.
Tren ini melanjutkan pola yang sudah terlihat sepanjang 2025. Tahun lalu, solusi Kaspersky memblokir lebih dari 14 juta serangan seluler secara global, dengan rata-rata sekitar 1,17 juta serangan setiap bulan.
Lima Langkah Menghindari Jebakan Peretas di Ponsel
Kaspersky merekomendasikan pengguna mengambil langkah pencegahan dasar, terutama bagi nasabah bank yang aktif bertransaksi via mobile:
- Instal aplikasi hanya dari toko aplikasi tepercaya, hindari sumber tidak resmi
- Jangan klik tautan atau penawaran promosi mencurigakan yang masuk via pesan
- Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala untuk menutup celah keamanan
- Verifikasi setiap permintaan informasi pribadi yang diterima melalui platform pesan
- Gunakan solusi keamanan seluler khusus untuk mendeteksi aktivitas berbahaya secara real-time
Perlindungan perangkat seluler kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan semakin sentralnya peran ponsel dalam kehidupan digital—menyimpan data pribadi, kata sandi, komunikasi privat, hingga data pekerjaan—celah keamanan sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk peretas menguras rekening.