Posisi Indonesia dalam Daftar Forbes Asia
JAWA TENGAH — Dengan delapan wakil, Indonesia menempati posisi negara dengan jumlah startup terbanyak ketiga, bersama Australia. Posisi ini berada di bawah India yang mendominasi dengan 19 perusahaan, Singapura dengan 15 perusahaan, serta China dengan 10 perusahaan. Jepang dan Korea Selatan masing-masing menempatkan sembilan perusahaan dalam daftar tersebut.
Masuknya startup Indonesia dalam daftar ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem lokal yang sempat tertekan oleh penurunan nilai investasi sejak 2022. Pengakuan dari publikasi internasional semacam Forbes dapat membuka pintu bagi minat investor asing untuk melihat peluang di pasar Indonesia.
Inovasi AI Menjadi Tema Utama
Forbes mencatat inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi tema dominan dalam daftar tahun ini. Hal ini sejalan dengan gelombang adopsi AI di berbagai sektor bisnis Asia-Pasifik, termasuk otomatisasi layanan pelanggan dan analitik data.
Kedelapan startup Indonesia yang masuk daftar adalah Cekat.AI, Durianpay, Grouu, Loluna, Satu Dental, Sirka, Soul Parking, dan Waste4Change. Mereka bergerak di bidang yang beragam, mulai dari fintech, kesehatan, teknologi enterprise, hingga solusi lingkungan.
Profil Startup Indonesia: AI dan Fintech
Cekat.AI merupakan startup enterprise berbasis AI yang didirikan pada 2023 di Jakarta oleh Matthew Sebastian. Perusahaan ini mengembangkan chatbot untuk otomatisasi layanan pelanggan di berbagai platform seperti WhatsApp dan Instagram. Hingga saat ini, Cekat.AI telah digunakan lebih dari 3 ribu pelanggan dari 15 sektor industri, termasuk Siloam Hospitals dan jaringan Indomaret. Pada April lalu, perusahaan mengantongi pendanaan awal dari Insignia Ventures Partners untuk ekspansi regional.
Durianpay bergerak di bidang payment gateway. Didirikan oleh Natasha Ardiani pada 2020, perusahaan ini memproses transaksi senilai lebih dari USD 5,5 miliar pada 2025 dan berhasil mencatatkan laba pertamanya di tahun yang sama. Durianpay melayani lebih dari 400 klien lokal, termasuk Jiwa Group dan Evermos, dan telah mengumpulkan total dana USD 8,1 juta.
Profil Startup Indonesia: Konsumen dan Ritel
Grouu memulai bisnisnya pada 2020 sebagai layanan katering makanan bayi yang bergizi. Kini, startup pimpinan Jessica Marthin ini telah berekspansi ke makanan siap santap dan camilan untuk anak-anak, tersedia di lebih dari 3.000 titik penjualan termasuk Lottemart serta kanal online seperti Shopee. Grouu telah mengumpulkan pendanaan lebih dari USD 1 juta dari Teja Ventures dan Selera Kapital.
Loluna hadir di pasar perawatan bayi dengan produk skincare seperti sabun mandi, krim, dan sunscreen. Didirikan oleh Bianca Belnadia Lie pada 2022, produk Loluna telah menjangkau 10.000 toko di seluruh Indonesia, termasuk Alfamidi dan Watsons. Startup ini mendapatkan pendanaan awal pada Februari 2025 dari Alpha JWC Ventures dan Creative Gorilla Capital.
Daftar Forbes Asia 100 to Watch 2026 juga menempatkan sektor kesehatan dan solusi urban dalam sorotan. Satu Dental bergerak di layanan klinik gigi, Sirka fokus pada manajemen kesehatan metabolik, sementara Soul Parking menawarkan solusi digital untuk parkir. Waste4Change melengkapi daftar dengan layanan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Pengakuan dari Forbes ini diharapkan mampu menarik lebih banyak minat investor ke pasar Indonesia. Dengan populasi digital yang besar dan adopsi teknologi yang cepat, startup lokal memiliki peluang untuk memperluas jangkauan mereka ke pasar regional, terutama di Asia Tenggara.