Pencarian

Heri Pudyatmoko: Budaya Belajar Sepanjang Hayat Kunci Jaga Daya Saing Warga Jawa Tengah di Era AI

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 20:39:31 WIB
Heri Pudyatmoko: Budaya Belajar Sepanjang Hayat Kunci Jaga Daya Saing Warga Jawa Tengah di Era AI
Heri Pudyatmoko menyampaikan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat dalam keterangannya di Surakarta, Selasa (18/2/2025).

SURAKARTA — Heri Pudyatmoko menilai semangat belajar tidak boleh berhenti begitu seseorang lulus sekolah atau kuliah. Hal ini disampaikannya merespons hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang telah mengubah banyak sektor kehidupan dan memunculkan jenis pekerjaan baru.

“Dunia berubah sangat cepat. Karena itu, semangat belajar tidak boleh berhenti ketika seseorang lulus sekolah atau kuliah,” ujar Heri dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).

Ijazah Bukan Lagi Jaminan Utama

Politikus asal Jawa Tengah itu menekankan bahwa kemampuan yang paling penting saat ini bukan sekadar apa yang diketahui, melainkan seberapa cepat seseorang bisa belajar hal baru. Pergeseran ini, kata dia, menuntut pekerja, pelaku usaha, hingga aparatur pemerintah untuk terus memperbarui keterampilan.

“Bersaing di masa depan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri,” ungkapnya.

Data UNESCO mencatat, konsep lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat telah menjadi agenda penting pembangunan sumber daya manusia di berbagai negara. Pendekatan ini menekankan proses belajar yang berlangsung seumur hidup, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Ruang Publik Bisa Jadi Tempat Belajar Baru

Heri menilai budaya belajar di Jawa Tengah perlu diperluas hingga ke lingkungan masyarakat. Ia mendorong perpustakaan, balai desa, hingga ruang-ruang publik lainnya dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang lebih dekat dengan warga.

“Belajar tidak harus selalu berada di ruang kelas. Belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikannya kepada komunitas dan kelompok masyarakat yang aktif berbagi pengetahuan, keterampilan, maupun pengalaman. Semangat belajar yang tumbuh di tengah masyarakat dinilai menjadi modal penting menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Masyarakat yang gemar belajar biasanya lebih terbuka terhadap perubahan dan lebih siap mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,” katanya.

Peran Keluarga dan Pemerintah

Untuk menumbuhkan kebiasaan ini, Heri mengajak seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pemerintah, bergerak bersama. Ia mengingatkan bahwa proses belajar tidak mengenal usia.

“Kita tidak pernah terlalu tua untuk belajar. Kita juga tidak boleh merasa sudah cukup tahu,” katanya.

“Semakin cepat dunia berubah, semakin penting bagi kita untuk terus belajar agar tidak tertinggal,” pungkasnya.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks