SEMARANG — Porprov XVII Jawa Tengah yang akan digelar di Semarang Raya kurang dari tiga bulan lagi memasuki tahap krusial. Ketua Harian PB Porprov 2026, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebut persiapan kini menyasar pada penyelesaian akhir venue pertandingan dan akomodasi bagi ribuan atlet yang akan berlaga.
"Dengan pelaksanaan Porprov yang kurang tiga bulan lagi, kami akan terus mematangkan semua persiapan demi kesuksesan ajang ini," ujar Sujarwanto di Semarang, Kamis (6/8/2026).
Venue Senam di Unnes Jadi Pekerjaan Rumah Terakhir
Dari puluhan venue yang akan dipakai, Technical Delegate (TD) masing-masing cabang olahraga telah menuntaskan peninjauan pada Juni lalu. Hasilnya, sebagian besar arena dinyatakan siap, namun masih ada beberapa titik yang memerlukan perbaikan.
"Tinggal satu atau dua venue saja yang masih perlu penyelesaiannya. Salah satunya cabor senam, karena venue senam yang ada di Unnes sedang direnovasi," terang Sujarwanto. Selain senam, finalisasi juga menyentuh venue cabang tinju dan biliar yang ditargetkan rampung pada pekan ini.
8.487 Atlet Berlaga, Akomodasi Hampir Tuntas
Porprov edisi ke-17 ini akan diikuti sekitar 8.487 atlet dari 59 cabang olahraga. Mereka akan memperebutkan medali di 81 venue yang tersebar di enam daerah: Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, Salatiga, serta dua daerah penyangga yakni Surakarta dan Blora.
Kesiapan teknis lapangan berbanding lurus dengan urusan logistik. Sujarwanto menegaskan, pengurusan akomodasi peserta yang menjadi tanggung jawab panitia besar hampir selesai seluruhnya. Hal ini merujuk pada Perketum KONI Jateng Nomor 1 Tahun 2026 Pasal 19 Ayat 1.
"Akomodasi bagi peserta Porprov, sesuai kuota kabupaten/kota menjadi tanggung jawab PB Porprov. Permasalahan akomodasi ini sudah hampir selesai," kata pria yang juga menjabat Ketua Umum KONI Jateng tersebut.
Agustus: DRM dan Verifikasi Atlet sebagai Kunci
Pada bulan ini, panitia akan menggelar Chief de Mission Meeting serta Delegation Registration Meeting (DRM). Tahapan ini menjadi penentu akhir untuk memfinalisasi daftar atlet, ofisial, dan akreditasi kontingen sebelum pertandingan dimulai.
Proses verifikasi administrasi atlet menjadi perhatian khusus agar tidak ada masalah saat pelaksanaan. Dengan rampungnya tahap ini, seluruh kontingen diharapkan bisa segera mematangkan persiapan menuju Porprov yang menjadi ajang seleksi atlet menuju level nasional.