BLORA — Target ambisius itu bukan tanpa dasar. Pada penyelenggaraan FASI tahun sebelumnya, kontingen Blora sukses menjadi runner up atau juara kedua di tingkat provinsi. Arief optimistis persiapan yang lebih matang akan membawa hasil maksimal.
“Semoga nanti yang juara bisa maju mewakili Kabupaten Blora ke tingkat provinsi dan menjadi juara satu Jawa Tengah. Apalagi tahun kemarin Blora bisa runner up. Jika tahun ini persiapan lebih matang, bukan tidak mungkin Blora bisa juara satu di tingkat Jawa Tengah,” ujar Arief dalam sambutannya.
Dukungan Pemkab untuk Pendidikan Al-Qur’an
Arief memastikan Pemerintah Kabupaten Blora bersama DPRD siap memberikan dukungan penuh agar anak-anak bisa berprestasi melalui jalur pendidikan agama. “Pemkab Blora bersama DPRD siap mensupport agar adik-adik kita bisa berprestasi di jalur pendidikan agama,” katanya.
Ia juga mengapresiasi para ustaz dan ustazah yang selama ini membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an. Menurut Arief, dedikasi para pengajar menjadi pilar penting dalam membangun fondasi moral dan spiritual generasi muda di Blora.
FASI Bukan Sekadar Mengejar Juara
Bupati menegaskan, FASI bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, evaluasi kualitas pembelajaran Al-Qur’an, sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
Ada tiga pesan utama yang ia sampaikan. Pertama, penguatan generasi Qur’ani sejak usia dini. Di tengah derasnya arus informasi, tantangan mendidik anak semakin kompleks. “Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini adalah benteng pertahanan terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Kedua, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an (LPQ) harus terus diperkuat. “Kita ingin memastikan bahwa pembangunan fisik di Blora berjalan seiring dan seimbang dengan pembangunan jiwa dan karakter spiritual masyarakatnya,” kata Arief.
Ketiga, FASI diharapkan mampu menggali potensi dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Melalui kompetisi, para santri berlatih keberanian, kejujuran, dan sportivitas. “Siapa pun yang menjadi juara nantinya, kalian semua adalah pemenang karena telah berani melangkah dan mencintai Al-Qur’an,” tuturnya.
Seleksi Ketat dari 16 Kecamatan
Koordinator Badan Koordinasi (BADKO) LPQ Kabupaten Blora Komariyah menjelaskan, rangkaian FASI diawali seleksi tingkat kecamatan sejak awal Juli 2026. Sebanyak 320 peserta yang tampil di tingkat kabupaten merupakan anak-anak terbaik dari 16 kecamatan.
“Jumlah peserta 320 putra-putri TPQ se-Kabupaten Blora, untuk 14 cabang lomba. Jenjang lomba ada tiga kategori,” kata Komariyah. Lomba digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Masjid Baitunnur, dan MTs Ma’arif NU Blora.
Langkah Menuju Juara Provinsi dan Nasional
Para pemenang di tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk kompetisi tingkat Jawa Tengah yang dijadwalkan pada 23-24 Oktober 2026 di Donohudan, Boyolali. “Tahun lalu Blora runner up. Semoga tahun ini Blora bisa menjadi juara satu. Semoga ada yang bisa lanjut ke tingkat nasional di Palangkaraya,” harap Komariyah.
Salah satu peserta, Ahmad (9), mengaku senang bisa mengikuti FASI tingkat kabupaten. Ini pengalaman pertamanya datang ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. “Senang, semoga nanti bisa menampilkan yang terbaik bersama teman-teman lainnya,” ujarnya.
Pembukaan FASI IX turut dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Blora, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua Yayasan Masjid Agung Baitunnur Blora. Puluhan piala penghargaan telah disiapkan untuk memacu semangat para peserta.