JAWA TENGAH — Serah terima massal ini bukan seremoni biasa. Bagi MG, ini jadi barometer kepercayaan publik terhadap lini kendaraan listrik mereka di pasar Indonesia. CEO MG Motor Indonesia Jason Huang menyebut penjualan hanyalah awal dari hubungan jangka panjang dengan pemilik.
"Komitmen kami kepada konsumen akan terus berlanjut melalui layanan purna jual yang bisa diandalkan untuk memberikan kenyamanan mereka," kata Jason dalam pernyataan resmi, Minggu (5/7).
SUV Listrik Mulai Jadi Pilihan Utama Keluarga
Fenomena pergeseran preferensi konsumen dari mobil bensin ke listrik mulai terlihat jelas. Segmen SUV menjadi primadona karena memadukan posisi duduk tinggi, kabin lapang, dan biaya operasional yang lebih rendah ketimbang kendaraan konvensional.
MG S5 EV menjawab kebutuhan itu dengan desain futuristis dan sederet fitur keselamatan aktif. Sistem infotainment modern serta teknologi baterai yang efisien juga ditawarkan untuk menunjang kenyamanan berkendara harian maupun perjalanan jarak jauh.
Permintaan Mengalir Sejak Debut IIMS 2026
Antusiasme terhadap model ini sudah terlihat sejak pertama kali diperkenalkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Dalam hitungan bulan, pesanan terus mengalir hingga tembus ribuan unit.
Prosesi serah terima di PIK 2 menjadi bukti bahwa rantai pasok dan produksi MG S5 EV mulai stabil. MG Motor Indonesia optimistis tren positif ini akan berlanjut seiring bertambahnya infrastruktur pengisian daya di dalam negeri.
Pasar mobil listrik Indonesia memang tengah memasuki fase akselerasi. Jika beberapa tahun lalu kendaraan bebas emisi hanya dinikmati segmen tertentu, kini pilihan model yang makin beragam membuatnya diterima masyarakat luas.