Pencarian

Gubernur Jateng Panen Raya Udang Vaname di Kawasan Industri Semarang, Bukti Tambak Modern Berteknologi Closed System

Senin, 06 Juli 2026 • 14:53:31 WIB
Gubernur Jateng Panen Raya Udang Vaname di Kawasan Industri Semarang, Bukti Tambak Modern Berteknologi Closed System
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin panen raya udang vaname di Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa lahan di kawasan industri pun bisa produktif untuk perikanan. Hal itu dibuktikan melalui panen raya udang vaname di Loka PBI Tugu yang berada di dalam Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Kota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir langsung dalam panen yang berlangsung Senin (6/1) tersebut. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu dengan target produksi mencapai 1,3 ton.

Kunci Sukses: Sistem Closed System di Tengah Industri

Endi menjelaskan, tambak tersebut menerapkan sistem tertutup atau closed system karena lokasinya berada di kawasan industri. Sistem ini memungkinkan penggunaan air dibuat seminimal mungkin.

"Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian kita treatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya," ujarnya.

Udang vaname yang dipanen berukuran sekitar 60 ekor per kilogram dengan masa budidaya mencapai 82 hari. Hasil panen ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram.

PAD Semester I Capai 72 Persen, Gubernor Dorong Sentra Pembibitan

Endi menambahkan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari Loka PBI Tugu hingga Semester I 2026 telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan. Capaian ini dinilai sebagai sinyal positif kinerja balai perikanan milik pemprov.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi meminta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menggenjot sentra pembibitan ikan dan udang. Menurutnya, pembibitan lebih menguntungkan masyarakat karena biaya produksi lebih murah dan perputaran usaha lebih cepat.

"Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Dengan begitu, dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar Luthfi.

Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak di Pantura

Luthfi menekankan bahwa sektor perikanan merupakan bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Jawa Tengah memiliki garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota, namun sebagian besar kawasan tambaknya masih dikelola secara tradisional.

Ia mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait rencana revitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa Tengah yang luasnya mencapai sekitar 72 ribu hektare. Keberadaan balai perikanan milik pemerintah harus menjadi pusat pembibitan unggul yang dapat dimanfaatkan para pembudidaya di berbagai daerah.

"Prinsipnya nanti segera dikawal agar tambak-tambak yang tidak berfungsi bisa segera kita fungsikan," katanya.

Luthfi juga meminta seluruh tenaga ahli dan penyuluh di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan lebih aktif mendampingi masyarakat, mulai dari penyediaan benih, pembinaan budidaya, hingga pemasaran hasil panen.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks