Pencarian

Statistik Piala Dunia 2026: Rodri Kuasai Operan, Tapi Bek Mendominasi 10 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 • 02:59:31 WIB
Statistik Piala Dunia 2026: Rodri Kuasai Operan, Tapi Bek Mendominasi 10 Besar
Rodri menjadi gelandang tunggal dalam 10 besar pengumpan terbanyak Piala Dunia 2026.

JAWA TENGAHPiala Dunia 2026 di Amerika Utara belum usai, tetapi FIFA sudah merilis data statistik operan yang mengungkap pergeseran peran dalam sepak bola modern. Bukan striker atau gelandang serang, melainkan para bek yang menjadi pengumpan paling produktif sejauh ini.

Rodri Satu-satunya Gelandang di 10 Besar

Peraih Ballon d'Or 2024, Rodri, menjadi satu-satunya gelandang yang bertahan di papan atas. Pemain berusia 30 tahun yang berstatus kapten Spanyol itu mencatatkan 435 operan dalam empat laga sebagai starter. Perannya sebagai jangkar lini tengah dan pengatur tempo permainan terbukti krusial bagi La Furia Roja.

Di bawah Rodri, daftar langsung diisi oleh para bek. Bek Brasil Gabriel Magalhaes menempati posisi kedua dengan 397 operan, disusul bek Spanyol Aymeric Laporte dengan 388 umpan.

Bek Modern, Arsitek Serangan dari Belakang

Dominasi pemain bertahan di papan atas statistik operan bukanlah kebetulan. Ini adalah bukti nyata evolusi taktik di level tertinggi. Bek tengah kini tidak hanya dituntut kuat bertahan, tetapi juga memiliki visi untuk memulai serangan dari lini belakang.

Bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, yang menjadi tandem Laporte di jantung pertahanan Spanyol, juga masuk dalam daftar. Pemain berusia 19 tahun itu mencatatkan 366 operan dan duduk di peringkat kedelapan. Yang lebih impresif, akurasi umpannya mencapai 98 persen—angka yang nyaris sempurna untuk seorang bek tengah.

Baru di peringkat ke-11, nama gelandang lain muncul. Vitinha, gelandang Portugal, tercatat memiliki 356 operan selama empat pertandingan.

Mengapa Bek Lebih Rajin Mengoper?

Fenomena ini menjelaskan bagaimana tim-tim besar di Piala Dunia 2026 membangun serangan. Alih-alih langsung mengirim bola panjang ke depan, banyak pelatih memilih membangun serangan dari bawah. Bek tengah menjadi titik awal sirkulasi bola untuk menarik tekanan lawan dan menciptakan ruang di lini tengah.

Dengan data ini, jelas bahwa kontribusi pemain bertahan tidak lagi diukur dari tekel atau sapuan semata. Akurasi dan volume operan mereka kini menjadi senjata utama dalam mengendalikan pertandingan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks