Pencarian

Beli Obat di Gojek Kini Bisa 30 Menit Sampai, Ini Syarat dan Cara Pakai GoMed

Rabu, 03 Juni 2026 • 00:32:01 WIB
Beli Obat di Gojek Kini Bisa 30 Menit Sampai, Ini Syarat dan Cara Pakai GoMed
Layanan GoMed Gojek kini menghadirkan pengantaran obat dalam waktu 30 menit dengan dukungan Halodoc.

JAWA TENGAH — Layanan GoMed tidak berdiri sendiri. Gojek menggandeng Halodoc untuk menciptakan ekosistem kesehatan digital yang utuh. Pengguna bisa melakukan telekonsultasi dengan dokter, mendapatkan resep digital, lalu langsung menebus obat lewat aplikasi Gojek tanpa perlu keluar rumah.

Riset internal menunjukkan integrasi logistik instan dengan platform telemedis ini mampu mendistribusikan obat 60 persen lebih efisien ketimbang cara konvensional di kota-kota besar. Artinya, waktu tunggu pasien berkurang drastis.

Cara Pakai GoMed: Dari Ikon Palang Medis hingga Unggah Resep

Buka aplikasi Gojek, cari ikon palang medis bertuliskan GoMed. Jika tidak muncul di halaman utama, tekan tombol "Lainnya". Setelah masuk, pengguna langsung terhubung ke antarmuka Halodoc.

Di sana tersedia tiga kategori obat. Pertama, obat bebas (lingkaran hijau) yang bisa dibeli tanpa resep. Kedua, obat bebas terbatas (lingkaran biru) dengan peringatan khusus. Ketiga, obat keras (lingkaran merah) yang mewajibkan unggahan foto resep dokter asli atau hasil konsultasi di platform yang sama.

Sistem GPS akan mendeteksi lokasi Anda dan menampilkan apotek mitra terdekat—seperti Kimia Farma, Century, Guardian, atau apotek lokal berizin. Tujuannya menekan ongkos kirim dan memastikan obat sampai dalam waktu kurang dari satu jam.

Keamanan Obat dan Privasi Jadi Jaminan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat peredaran obat palsu di pasar gelap digital masih menjadi ancaman serius. GoMed mengklaim rantai pasoknya terpantau digital karena pesanan dikirim langsung dari apotek fisik legal ke tangan konsumen tanpa perantara pihak ketiga yang tidak terverifikasi.

Setiap apotek mitra wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA). Kemasan obat pun disegel rapat untuk menjaga kerahasiaan kondisi medis pengguna. Riwayat transaksi juga tersimpan, memudahkan pengguna saat konsultasi dokter di masa depan.

Apa yang Terjadi Jika Lupa Unggah Resep?

Obat keras tidak bisa dibeli tanpa resep. Aturan ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan yang mewajibkan resep untuk mencegah penyalahgunaan obat dan resistensi antibiotik. Jika pengguna tidak memiliki resep fisik, bisa memanfaatkan fitur konsultasi dokter di platform yang sama untuk mendapatkan resep digital.

Pembayaran bisa dilakukan lewat GoPay, PayLater, atau kartu kredit/debit. Setelah terverifikasi, pesanan diteruskan ke mitra pengemudi yang akan menjemput obat di apotek tujuan.

Fenomena belanja obat daring di Indonesia memang terus naik. Gojek dan Halodoc menjawab kebutuhan itu dengan menggabungkan kecepatan logistik dan keamanan farmasi dalam satu genggaman.

Bagikan
Sumber: mawar#4193

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks