JAWA TENGAH — Perayaan gelar juara yang seharusnya menjadi pesta manis bagi Persib Bandung justru menyisakan kekhawatiran. Pawai yang dimulai dari Gedung Sate menuju Pendopo Bandung berubah menjadi mimpi buruk ketika rombongan terjebak di Jalan Asia Afrika. Ribuan bobotoh yang memadati jalan sejak pagi membuat konvoi macet total.
Para pemain dan pelatih tak punya pilihan selain turun dari kendaraan terbuka. Mereka berjalan kaki dari Gedung Merdeka hingga Pendopo, berdesakan dengan suporter yang terus berusaha mendekat. Suasana yang semestinya penuh sukacita berubah menjadi situasi yang tidak nyaman dan melelahkan.
Handphone Frans Putros Raib, Pemain Kelelahan
Dampak dari kericuhan ini tidak main-main. Bek asing Persib, Frans Putros, dilaporkan kehilangan ponselnya saat berada di tengah kerumunan. Selain itu, sejumlah pemain terlihat kelelahan setelah tiba di Pendopo, sebuah kondisi yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah pawai perayaan.
"Mungkin semua bisa melihat kemarin kurang tertib. Pasti ada kekecewaan dari pemain, tapi ya itu ke depannya bisa jadi pembelajaran," ujar Dedi Kusnandar kepada wartawan, Senin (25/5/2026). Gelandang berjuluk 'Dado' ini menekankan bahwa evaluasi mutlak diperlukan.
Dedi: Animo Bobotoh Harus Diimbangi Koordinasi
Dedi menilai antusiasme bobotoh yang luar biasa justru menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan koordinasi panitia yang matang. Ia berharap pihak terkait, termasuk kepolisian dan panitia pelaksana, bisa belajar dari pengalaman ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
"Kita tahu animo dari tahun ke tahun lebih luar biasa lagi, terus sebagai pembelajaran juga. Mudah-mudahan dengan kejadian ini harus belajar dari pengalaman, mudah-mudahan bisa juara lagi tahun depan, bisa jadi pembelajaran ke depannya agar lebih terkoordinasi," lanjutnya.
Pesta Berlanjut di Sumedang Tanpa Pemain
Sementara itu, pesta juara Persib bergeser ke Sumedang pada Senin (25/5/2026). Acara digelar di kediaman Manajer Persib, Umuh Muchtar, di kawasan Tanjung Sari. Namun, para pemain seperti Marc Klok dan kolega memilih absen karena kelelahan usai pawai di Bandung.
Meski tanpa pemain, bobotoh tetap memadati lokasi sejak pagi dengan atribut lengkap. Hiburan musik dangdut dan acara mancing bersama mewarnai suasana. Dedi Kusnandar pun berpesan kepada seluruh bobotoh agar perayaan tetap mengutamakan keselamatan.
"Saya titip buat bobotoh, boleh kita merayakan tapi jaga ketertiban, jaga keselamatan, karena itu yang paling penting," tutup Dado.