Pencarian

Kemenhaj Siagakan Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina, 657 Petugas Dikerahkan untuk Puncak Haji

Senin, 25 Mei 2026 • 18:55:01 WIB
Kemenhaj Siagakan Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina, 657 Petugas Dikerahkan untuk Puncak Haji
Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina siaga melayani jamaah haji selama puncak ibadah.

JAWA TENGAH — Jamaah calon haji Indonesia mulai bergerak secara bertahap dari hotel menuju Arafah pada Senin, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pemerintah melalui Kemenhaj memastikan layanan kesehatan, transportasi, dan akomodasi berjalan optimal selama fase Armuzna yang merupakan rangkaian puncak ibadah haji.

Dua Pos Kesehatan dan Ratusan Petugas Disiagakan

Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf menyatakan pihaknya menyiagakan satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan satu pos di Mina. “Kami menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin.

Total 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik layanan. Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, hingga unsur layanan lain yang bertanggung jawab pada transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, dan perlindungan jamaah.

Jadwal Keberangkatan Bertahap dan Imbauan Keselamatan

Kemenhaj melaporkan pergerakan jamaah menuju Arafah dibagi dalam tiga tahap: pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Jamaah diimbau mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, dan tidak mendahului rombongan.

Maria mengajak jamaah untuk saling peduli dan melaporkan kondisi rekan yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan kepada petugas terdekat. “Jika melihat jamaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat,” kata dia.

Fokus pada Layanan Cepat dan Perlindungan Jamaah

Penyiagaan pos kesehatan ini merupakan bagian dari skema perlindungan jamaah di titik-titik kritis ibadah haji. Arafah dan Mina menjadi dua lokasi dengan konsentrasi jamaah tertinggi selama puncak haji, sehingga potensi kelelahan, dehidrasi, dan gangguan kesehatan lainnya meningkat.

Kemenhaj memastikan seluruh petugas yang ditempatkan telah menjalani pembekalan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi. Jamaah diminta mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman hingga fase Armuzna selesai.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks