PATI — Sorotan tajam datang dari DPRD Pati terkait kondisi pariwisata daerah yang dinilai belum bangkit pasca-pandemi. Warsiti, anggota Komisi B, secara terbuka meminta Plt Bupati Risma Ardhi Chandra untuk menjadikan sektor ini sebagai prioritas utama.
Tiga Destinasi yang Masih "Mati Suri"
Dalam pernyataannya, Selasa (21/7/2026), Warsiti menyebutkan tiga lokasi yang potensial namun belum tergarap maksimal: Lorodan Semar, Bukit Pandang Kayen, dan Pantai Kertomulyo. Menurutnya, tempat-tempat itu memiliki daya tarik alam yang kuat, tetapi minim fasilitas dan promosi.
“Masih banyak objek wisata yang bagus. Katakanlah tempatnya itu luas, menarik, pengunjung bisa menikmati suasana, di sana memang belum,” ujar Warsiti.
Waduk Gembong dan Sukolilo Jadi Pengecualian
Meski begitu, Warsiti mengakui ada titik terang. Waduk Gembong dan kawasan Sukolilo mulai menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung. Namun, ia menilai keberhasilan dua lokasi itu belum cukup untuk mengangkat seluruh ekosistem pariwisata Pati.
“Sebetulnya harus ada gagasan karena di Pati ini potensi wisatanya bagus asal kita bisa mengemasnya. Itu menjadi PR Pemkab, kalau bisa dari APBD untuk mengembangkan wisata,” tegasnya.
Dampak Ekonomi: UMKM dan PAD Ikut Terhambat
Warsiti menekankan bahwa pembenahan pariwisata bukan sekadar urusan tempat rekreasi. Sektor ini, kata dia, menjadi motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau wisata hidup, UMKM di sekitarnya ikut bergerak. Pedagang kecil, warung makan, hingga penyewa peralatan bisa mendapat penghasilan. Ini efek berantai yang harus dipahami,” tambahnya.
Plt Bupati Diminta Segera Turun Tangan
DPRD berharap Plt Bupati Risma Ardhi Chandra tidak menunda-nunda lagi. Sebagai pemimpin sementara, ia dinilai memiliki kewenangan untuk mengalokasikan anggaran pembangunan dari APBD guna membenahi destinasi-destinasi yang masih sepi.
“Ini bukan soal siapa yang menjabat, tapi soal keberanian mengambil keputusan. Kami di DPRD siap mendukung jika ada program konkret yang diajukan,” pungkas Warsiti.