KLATEN — Puluhan siswa SMAN 3 Klaten terlibat langsung dalam proses penyembelihan hewan kurban yang digelar di halaman sekolah, Selasa pekan lalu. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Idul Adha yang juga diisi dengan Jumat Imtaq, yakni pembinaan iman dan takqwa secara rutin.
Proses Kurban: Siswa Belajar dari Awal hingga Akhir
Penyembelihan sapi dilakukan oleh guru pendamping yang sudah berpengalaman, sementara siswa bertugas membantu proses pengulitan, pemotongan daging, hingga pembagian ke warga sekitar. Sekolah sengaja melibatkan peserta didik agar mereka memahami tata cara kurban sesuai syariat.
“Esensi utama dari kegiatan ini adalah memberikan wadah belajar atau latihan berkurban bagi para siswa,” ujar Sutrisno saat ditemui di sela kegiatan.
Daging Kurban Dibagikan ke Warga Sekitar Sekolah
Daging sapi yang sudah dipotong dikemas dalam bungkus plastik dan langsung didistribusikan ke warga di kelurahan sekitar SMAN 3 Klaten. Pembagian dilakukan oleh siswa bersama guru untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.
Selain daging kurban, sekolah juga menggelar Jumat Imtaq yang diisi dengan ceramah dan doa bersama. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari pembentukan karakter religius.
Apa Tujuan Sekolah Menggelar Kegiatan Ini?
Sutrisno menambahkan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen untuk menumbuhkan kebersamaan dan empati antarsiswa. Ia berharap pengalaman ini membekas dan diterapkan siswa di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu teori, tapi juga praktik langsung. Ini modal penting untuk kehidupan bermasyarakat mereka ke depan,” kata Sutrisno.
Kegiatan kurban di SMAN 3 Klaten berlangsung lancar tanpa kendala. Daging yang terkumpul diperkirakan mencukupi untuk puluhan kepala keluarga di sekitar sekolah.