Pencarian

Harga BBM Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Kompak Naik per 16 Mei 2026, Solar Melonjak Hingga Rp 30.890

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:29:33 WIB
Harga BBM Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Kompak Naik per 16 Mei 2026, Solar Melonjak Hingga Rp 30.890
Kenaikan harga solar nonsubsidi mulai berlaku di SPBU Jakarta per 16 Mei 2026.

JAWA TENGAH — Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai terasa di SPBU Jakarta dan sekitarnya per 16 Mei 2026. Jika biasanya konsumen Pertamina membayar sekitar Rp 23.000 untuk satu liter solar, kini harga Pertamina Dex (CN 53) melonjak menjadi Rp 27.900 per liter. Angka ini naik Rp 4.000 dari harga sebelumnya yang tercatat Rp 23.900 per liter.

Solar Jadi Primadona Kenaikan, Bensin Masih Stabil

Dari data yang dihimpun, produk diesel menjadi sektor yang paling terpengaruh. Pertamina menaikkan Dexlite (CN 51) dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) ikut naik tipis Rp 500 menjadi Rp 19.900 per liter.

Namun, kabar baik bagi pengguna bensin: Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih bertahan di harga lama. Begitu pula dengan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi yang belum tersentuh penyesuaian.

BP-AKR dan Vivo Ikut Gebrak Harga Solar

Operator swasta tak mau ketinggalan. SPBU BP-AKR mencatat kenaikan paling dramatis pada produk diesel unggulannya. BP Ultimate Diesel (CN 53) kini dibanderol Rp 30.890 per liter, melonjak dari sebelumnya Rp 25.560 per liter pada pertengahan April lalu. Informasi resmi dari BP Indonesia menyebutkan, penyesuaian ini hanya menyasar produk diesel. Harga bensin mereka tetap stabil: BP Ultimate di Rp 12.930 per liter dan BP 92 di Rp 12.390 per liter.

Hal serupa terjadi di SPBU Vivo. Produk Diesel Primus (CN 51) melesat drastis dari Rp 14.610 menjadi Rp 30.890 per liter. Sementara itu, harga bensin Vivo tak bergerak—Revvo 92 (RON 92) masih Rp 12.390 per liter dan Revvo 95 (RON 95) di Rp 12.930 per liter.

Apa Dampaknya bagi Konsumen dan Industri?

Kenaikan harga solar ini dipastikan akan membebani sektor logistik dan transportasi. Bagi pengguna kendaraan pribadi, terutama pemilik mobil diesel, pengeluaran bulanan untuk bahan bakar otomatis membengkak. Di sisi lain, konsumen bensin masih bisa bernapas lega karena harga produk RON 92 dan 95 belum tersentuh.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah atau Pertamina mengenai penyebab kenaikan ini. Namun, biasanya fluktuasi harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Bagi Anda yang hendak mengisi bahan bakar, ada baiknya mengecek harga di aplikasi resmi masing-masing operator SPBU sebelum berkendara. Perbedaan harga antara satu merek dengan merek lain cukup terasa, terutama untuk produk solar yang kini selisihnya mencapai hampir Rp 5.000 per liter.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks