Saham WTON bergejolak hingga Rp99 per lembar pada 4 Mei 2026 dengan volume 143,77 juta saham, tetapi manajemen memastikan tidak ada informasi material tersembunyi. Respons ini diberikan setelah BEI meminta klarifikasi, menjelang RUPST 13 Mei 2026.
Volatilitas harga saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencuri perhatian pasar modal. Dalam perdagangan 4 Mei 2026, saham menyentuh Rp99 sebelum tutup di Rp89. Volume transaksi yang memanas memicu BEI mengirim permintaan penjelasan resmi kepada perseroan.
Jaminan Transparansi dari Manajemen
Sekretaris Perusahaan Ignatius Harry Sumartono merespons dengan tegas. "Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan seperti yang dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015," ujar Harry dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis 7 Mei 2026.
Manajemen juga mengonfirmasi tidak ada informasi penting lain yang belum diungkapkan. Perseroan tidak mengetahui aktivitas khusus pemegang saham yang seharusnya dilaporkan sesuai regulasi kepemilikan emiten terbuka.
Kondisi Finansial Solid di Tengah Tekanan Sektor
Meskipun sektor konstruksi menghadapi tantangan, WIKA Beton mencatat pendapatan Rp677 miliar di kuartal pertama 2026 dengan profitabilitas terjaga. Total aset mencapai Rp6,291 triliun dan ekuitas Rp3,686 triliun—struktur permodalan yang kuat untuk mendukung proyek infrastruktur strategis.
Kredibilitas ESG Memperkuat Daya Tarik Investasi
WIKA Beton meraih skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 71 dalam S&P Global Corporate Sustainability Assessment. Pencapaian ini menempatkan perusahaan di deretan emiten dengan standar keberlanjutan terbaik industri global, sinyal positif untuk investor institusional.
Momentum Kepercayaan Jelang RUPST
Investor diperkirakan fokus pada tiga aspek di RUPST: efisiensi margin operasional, ekspansi portofolio kontrak, dan pelestarian keberlanjutan. Optimisme pembangunan infrastruktur nasional menjadi katalis harapan ini.
Pada penutupan 7 Mei 2026, WTON berada di Rp90 per lembar, naik 1,12 persen. Momentum positif ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap soliditas fundamental perseroan menjelang pertemuan pemegang saham.