Pencarian

IHSG Turun 1,33% di Pembukaan setelah MSCI Umumkan Pengeluaran Lima Saham dari Indeks Global

Rabu, 13 Mei 2026 • 10:52:01 WIB
IHSG Turun 1,33% di Pembukaan setelah MSCI Umumkan Pengeluaran Lima Saham dari Indeks Global
IHSG turun 1,33% pada pembukaan pasar setelah pengumuman pengeluaran lima saham dari indeks MSCI.

JAWA TENGAH — Pelemahan pembukaan mencakup volume transaksi 520 juta saham senilai Rp 290,312 miliar. Saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi pagi itu ialah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Lima Saham Keluar dari Global Standard Index

MSCI mengumumkan pengeluaran lima saham dari Global Standard Index dan 13 saham dari Small Cap Index. Saham-saham yang terdampak dari Global Standard ialah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), CUAN, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan kelima saham tersebut memiliki kapitalisasi besar dan selama ini menjadi target utama dana asing pasif. "Apalagi yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard merupakan saham-saham dengan kapitalisasi besar dan selama ini menjadi target utama dana asing pasif," ujar Elandry kepada Katadata, Rabu (13/5).

Tekanan Jual Menjelang Implementasi Juni

Menurut Elandry, keluarnya kelima saham berpotensi memicu forced selling dari fund manager global. Tekanan jual diperkirakan akan terasa pada saham-saham terkait hingga menjelang tanggal efektif implementasi perubahan indeks pada 1 Juni 2026.

Elandry memperkirakan potensi dana asing yang keluar dapat mencapai ratusan juta dolar AS secara bertahap, terutama dari passive funds dan exchange traded funds (ETF) yang wajib menyesuaikan portofolio mengikuti komposisi MSCI baru.

Bobot Indonesia di MSCI Terus Menyusut

Keputusan MSCI juga memperkuat persepsi bahwa bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets terus menyusut. Kondisi ini tidak hanya memicu arus keluar jangka pendek, tetapi juga dapat menurunkan visibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Elandry menilai investor asing semakin selektif terhadap pasar negara berkembang, terutama yang mengalami penurunan likuiditas dan dinilai memiliki persoalan tata kelola.

Peluang Rebound setelah Tekanan Jual Mereda

Kendati demikian, Elandry melihat kondisi ini dapat membuka peluang rebound teknikal setelah tekanan forced selling mereda. "Setelah tekanan jual teknikal selesai, saham-saham yang fundamentalnya masih solid berpotensi mengalami rebound," kata dia.

Dalam jangka pendek, pasar diperkirakan akan bergerak defensif dan volatil. Investor disarankan lebih selektif memilih saham yang likuid, memiliki fundamental kuat, valuasi menarik, serta minim risiko outflow lanjutan.

Phintraco Prediksi IHSG Bisa Menguji Level 6.700

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700. Sekuritas itu menyebut sentimen rebalancing MSCI juga terjadi menjelang libur panjang, dengan pengumuman lebih banyak saham yang dikeluarkan dari perkiraan pasar sebelumnya.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks