WONOGIRI — Perayaan Hari Jadi Ke-285 Kabupaten Wonogiri di SDN 1 Pokoh Kidul, Selasa (19/5/2026), berubah menjadi ruang belajar sejarah yang interaktif. Sesi edukasi yang dipandu wali kelas berhasil mengungkap fakta-fakta heroik pendiri daerah ini, Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, yang tidak banyak diketahui generasi muda.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi yang diikuti seluruh siswa dan guru. Lagu daerah Gundul-Gundul Pacul menggema di halaman sekolah, disusul pentas seni yang menampilkan kreativitas anak-anak. Namun, momen yang paling dinanti adalah sesi kuis sejarah berhadiah yang dipandu Tri Hartanti, Wali Kelas VI B.
Dusun Nglaroh: Cikal Bakal Pemerintahan Wonogiri
Tri memaparkan bahwa nama Wonogiri berasal dari bahasa Jawa, wana (hutan) dan giri (gunung), yang menggambarkan topografi daerah ini. Kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini ternyata lahir dari sebuah pemerintahan kecil di Dusun Nglaroh, Kecamatan Selogiri.
Pusat pemerintahan itu didirikan oleh Raden Mas Said bersama neneknya, BRA Kusumonarso, dan para pengikutnya pada Rabu Kliwon, 3 Rabiulawal Tahun Jawa 1666 atau 19 Mei 1741 Masehi. Hari itu pula yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Wonogiri.
Ikrar 'Pamoring Kawulo Gusti' dan Ajaran Tri Dharma
Perjuangan Pangeran Sambernyawa tidak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan. Tri menceritakan ikrar legendaris yang dikenal sebagai Pamoring Kawulo Gusti, sebuah pengikat batin antara pemimpin dan rakyat.
Bunyinya: "Tiji tibeh, mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh." Artinya, senasib sepenanggungan, berjaya dan berjuang bersama. Selain itu, terdapat ajaran Tri Dharma: Rumongso Melu Handarbeni, Wajib Melu Hangrungkebi, Mulat Sariro Hangroso Wani.
Pasukan inti RM Said kemudian berkembang menjadi kekuatan tempur yang dikenal sebagai Punggowo Baku Kawandoso Joyo.
Watu Gilang, Saksi Bisu Strategi Perang
Salah satu peninggalan yang masih bisa disaksikan hingga kini adalah Watu Gilang di Nglaroh. Batu kecil itu dahulu digunakan Pangeran Sambernyawa untuk menyusun strategi perang sekaligus mengatur jalannya pemerintahan. Kini, Watu Gilang telah menjadi monumen sejarah yang mengingatkan jejak awal lahirnya Wonogiri.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Pokoh Kidul, Sigit Ari Wibowo, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema “Manunggal Sedyo.” Ia berharap semangat persatuan yang diwariskan Pangeran Sambernyawa terus tertanam pada peserta didik.