Pencarian

Seagate dan Kioxia Siapkan Storage 1 Petabyte Sebelum Tahun 2030

Senin, 04 Mei 2026 • 22:28:01 WIB
Seagate dan Kioxia Siapkan Storage 1 Petabyte Sebelum Tahun 2030

Industri penyimpanan data global tengah bersiap menyambut era 1 petabyte atau 1.000 terabyte yang diprediksi hadir sebelum akhir dekade ini. Teknologi SSD diperkirakan bakal mencapai tonggak sejarah tersebut lebih cepat dibandingkan hard disk konvensional guna memenuhi kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Sejarah penyimpanan data mencatat lompatan besar sejak IBM merilis hard drive 1GB pertama pada 1980. Saat itu, IBM 3380 memiliki bobot mencapai 29 kilogram dengan harga fantastis sekitar 50.000 dolar AS. Butuh waktu 27 tahun bagi industri untuk mencapai kapasitas 1TB melalui Hitachi Deskstar 7K1000 yang meluncur pada 2007.

Kini, persaingan beralih ke angka 1 petabyte (PB). Meski banyak pihak memprediksi kapasitas 1.000TB baru akan tercipta pada pertengahan 2030, perkembangan media penyimpanan bergerak jauh lebih agresif. Laporan terbaru menunjukkan bahwa perangkat 1PB kemungkinan besar sudah bisa ditemukan di pasar sebelum tahun 2030 dimulai.

HDD 100TB Garapan Seagate Meluncur Tahun 2030

Hard disk drive (HDD) konvensional masih terus berinovasi meski dihantam popularitas SSD. Saat ini, Seagate Exos M 36TB menjadi HDD dengan kapasitas terbesar di pasar yang dibanderol sekitar 800 dolar AS (sekitar Rp12,8 juta). Walaupun ditujukan untuk pusat data, drive ini tetap menggunakan format standar 3,5 inci yang kompatibel dengan PC rumahan.

BS Teh, Chief Commercial Officer Seagate, mengonfirmasi bahwa perusahaan menargetkan peluncuran hard disk berkapasitas 100TB pada awal 2030. Kapasitas masif ini sangat dibutuhkan oleh pusat data AI yang haus akan ruang penyimpanan. Untuk mencapai angka 1PB, Seagate perlu menyempurnakan teknologi platter dengan kepadatan tinggi yang saat ini masih dalam tahap riset intensif.

SSD 1 Petabyte Bakal Tiba Lebih Awal

Di sisi lain, teknologi flash storage menunjukkan akselerasi yang lebih menjanjikan untuk mencapai angka 1.000TB. Saat ini, SSD komersial terbesar sudah menyentuh angka 122,88TB dengan harga sekitar 40.000 dolar AS atau setara Rp640 juta. Generasi berikutnya dengan kapasitas dua kali lipat sudah berada di depan mata.

Berikut adalah peta jalan teknologi storage berkapasitas tinggi yang akan segera hadir:

  • Kioxia LC9: Kapasitas 245,76TB, dijadwalkan rilis pada 2026.
  • SanDisk Enterprise SSD: Kapasitas 256TB, menggunakan form factor EDSFF E3.L.
  • Pure Storage Prototype: SSD dengan form factor E2 berkapasitas 300TB.
  • Seagate Exos M: Kapasitas 36TB (tersedia saat ini), target 100TB pada 2030.
  • Western Digital Red Pro: Kapasitas 2TB hingga 26TB untuk kebutuhan NAS.

Munculnya form factor baru bernama E2 menjadi kunci utama pencapaian SSD 1PB. Desain ini memiliki panjang 200mm dan tinggi 76mm, memungkinkan produsen menanamkan lebih banyak paket NAND serta pengontrol yang lebih kuat. Dengan struktur ini, SSD diprediksi bakal memenangkan perlombaan mencapai kapasitas 1 petabyte jauh sebelum hard disk mampu melakukannya.

Apa Artinya bagi Pengguna di Indonesia?

Meskipun teknologi 1PB ini awalnya hanya ditujukan untuk level enterprise dan penyedia cloud, dampaknya akan terasa ke pasar konsumen di Indonesia. Kehadiran storage berkapasitas monster di pusat data akan menurunkan biaya sewa cloud storage bagi pengguna lokal. Selain itu, seiring meningkatnya kapasitas di level atas, harga HDD dan SSD berkapasitas 4TB hingga 10TB di pasar retail seperti Mangga Dua atau e-commerce akan semakin terjangkau.

Pusat data di Indonesia yang kini tengah menjamur untuk mendukung ekonomi digital juga menjadi target utama perangkat ini. Efisiensi ruang menjadi krusial; satu drive 1PB dapat menggantikan rak-rak server penuh berisi drive kecil, yang berarti penghematan konsumsi daya dan biaya operasional bagi perusahaan teknologi lokal.

Persaingan antara Seagate, Kioxia, dan Samsung dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan seberapa cepat teknologi ini turun ke perangkat konsumsi massal. Tren ini memastikan bahwa masalah kekurangan ruang penyimpanan untuk konten video 8K atau library game yang membengkak akan segera teratasi oleh lompatan teknologi ini.

Bagikan
Sumber: howtogeek.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks