195 Kebakaran Terjang Kendal Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Pemicu 67 Kejadian

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39:02 WIB
Petugas pemadam kebakaran meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah tinggal warga di Kabupaten Kendal.

KENDAL — Kebakaran di Kabupaten Kendal masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia, terutama terkait instalasi listrik. Data Satpol PP dan Damkar Kendal menunjukkan 71 dari 195 kejadian menghanguskan bangunan rumah tinggal warga.

Plt Kabid Damkar Kendal, Yenti Hariyani, mengungkapkan kondisi kabel yang sudah usang dan penggunaan sambungan listrik berlebihan menjadi temuan paling sering di lapangan. Perangkat elektronik yang ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan juga berkontribusi besar terhadap tingginya angka kebakaran.

Kebakaran Lahan Ikut Meningkat di Musim Kemarau

Selain bangunan, kebakaran rumput, ilalang, sampah, dan hutan tercatat mencapai 68 kejadian. Angka ini menjadi perhatian serius karena bertepatan dengan puncak musim kemarau yang membuat material kering mudah terbakar.

Api juga melahap 19 bangunan campuran, 12 bangunan industri, 11 kendaraan, dan dua bangunan umum. Sisanya, 12 kejadian masuk dalam kategori lainnya yang masih dalam pendataan.

Kompor dan Puntung Rokok Masih Jadi Biang Kerok

Yenti menyebut penggunaan kompor yang tidak diawasi masih menjadi penyebab kebakaran kedua tertinggi dengan 28 kejadian. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga menyumbang empat kejadian kebakaran di wilayah tersebut.

"Selain itu, faktor kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, juga menyumbang angka kejadian kebakaran di Kabupaten Kendal," terang Yenti dalam keterangannya, Senin (25/8).

Ia menambahkan, sebanyak 58 kejadian dipicu faktor lainnya, sementara 37 kejadian penyebabnya tidak diketahui. Satu kejadian dipicu oleh lampu tempel dan sisanya masih dalam penyelidikan.

Imbauan Damkar: Jangan Bakar Sampah Sembarangan

Menghadapi kondisi cuaca panas dan kering, Damkar Kendal mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah, rumput, maupun lahan secara sembarangan. Aktivitas membakar lahan di musim kemarau dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas.

"Musim kemarau membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan instalasi listrik, kompor, maupun aktivitas yang berpotensi memicu api," ujarnya.

Nomor Darurat Siaga 24 Jam

Masyarakat yang menemukan kejadian kebakaran atau kondisi darurat lainnya diminta segera melapor. Layanan pengaduan dapat diakses melalui WhatsApp di nomor 0294-382913 maupun Call Center 112 yang siaga melayani masyarakat.

Kasie Teknik dan Peralatan Satpol PP dan Damkar Kendal, Jonny Rajendra, berharap kesadaran masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan menjadi kunci utama menekan angka kebakaran. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kerugian materi maupun korban jiwa di tengah tingginya intensitas kebakaran tahun ini.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top