SEMARANG — Lies Iswar Aminuddin menilai pembagian tugas yang proporsional lebih dibutuhkan ketimbang kewajiban hadir di setiap pertemuan PKK. Kader yang berhalangan datang tetap bisa berkontribusi lewat pekerjaan yang diselesaikan dari rumah, asalkan komunikasi dengan pengurus terjaga.
Menurut dia, kegiatan PKK perlu dirancang dengan mempertimbangkan kesibukan anggota. Mulai dari pekerjaan formal, pengasuhan anak, sampai tanggung jawab rumah tangga.
Kehadiran Bukan Ukuran Keberhasilan Organisasi
Lies menyatakan keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari kehadiran anggota dalam setiap pertemuan. Kontribusi kader juga dapat diberikan melalui pekerjaan yang diselesaikan dari rumah maupun tugas lain yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Dia menegaskan prinsip pemberdayaan keluarga harus menjadi dasar dalam menjalankan seluruh program organisasi. Lies tidak ingin kegiatan PKK justru membuat keluarga kader berantakan.
"Percuma ikut PKK kalau keluarganya berantakan. Saya tidak mau. Tujuan PKK itu menyejahterakan keluarga, jangan sampai keluarga justru berantakan karena kegiatan PKK," tegas Lies.
Tugas Bisa Dibagi, Kader Berhalangan Tetap Diharapkan Berkomunikasi
Lies menjelaskan tidak semua pekerjaan organisasi harus diselesaikan bersama-sama dalam satu pertemuan. Sejumlah tugas dapat dibagikan kepada anggota untuk dikerjakan secara mandiri sesuai waktu dan kemampuan yang tersedia.
Kader yang berhalangan hadir diharapkan tetap menjalin komunikasi dengan pengurus. Dengan cara tersebut, pekerjaan yang memungkinkan diselesaikan dari rumah tetap dapat ditangani tanpa mengharuskan seluruh anggota hadir bersamaan.
"Kalau memang tidak bisa hadir saat waktu kumpul, komunikasikan dengan pengurus yang lain. Bisa izin, kemudian tanyakan apakah ada tugas yang dapat dikerjakan di rumah. Jadi, tidak harus semua pekerjaan diselesaikan saat pertemuan berlangsung," jelasnya.
Pembagian Tugas Harus Proporsional
Pembagian tugas tersebut juga perlu dilakukan secara proporsional. Anggota yang memiliki waktu lebih longgar dapat membantu pekerjaan yang membutuhkan kehadiran langsung, sedangkan kader dengan keterbatasan waktu tetap bisa berkontribusi melalui tugas lain.
Lies menekankan keaktifan dalam organisasi tidak boleh dibangun melalui pemaksaan. Pengurus perlu memahami kondisi setiap anggota dan menyusun pola kerja yang memungkinkan seluruh kader berpartisipasi sesuai kapasitasnya.
"Tidak ada pemaksaan bahwa semua harus ikut dan hadir. Pengurus bisa mengatur secara bergantian. Kalau memang tidak bisa, ya dikomunikasikan. Yang penting ada pembagian tugas dan semua bisa berjalan dengan baik," katanya.