BATANG — Polresta Batang menggelar turnamen e-sport bertajuk Polresta Batang E-Sport League (PBEL) III 2026 sebagai upaya mengarahkan aktivitas digital remaja ke kegiatan positif. Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menilai pembinaan generasi muda tidak cukup dilakukan setelah persoalan muncul. Kepolisian, katanya, perlu hadir lebih awal lewat pendampingan dan kegiatan yang dekat dengan keseharian anak muda.
Turnamen ini menyasar pelajar dan remaja di berbagai wilayah Kabupaten Batang. Selain mencegah tawuran, kegiatan tersebut dibingkai sebagai langkah antisipasi terhadap paparan judi online dan konten kekerasan di ruang digital.
Mengapa Polisi Masuk ke Dunia E-Sport?
Warsono menilai ruang digital menawarkan peluang bagi generasi muda, tetapi juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi. Risiko itu meliputi paparan konten kekerasan, perundungan, judi online, hingga ideologi ekstrem.
Karena itu, kepolisian membangun komunikasi dengan anak muda melalui kegiatan yang relevan dengan minat mereka. E-sport dipilih sebagai pintu masuk, bukan tujuan akhir pembinaan.
"Kami sadar bahwa tugas Polri hari ini tidak cukup hanya hadir ketika terjadi persoalan. Polisi harus hadir lebih awal mendampingi, membimbing, membuka ruang positif, dan menjadi sahabat generasi muda," tegas Warsono.
168 Tim Bertanding Lewat 12 Polsek Jajaran
Babak pra-liga PBEL III 2026 berlangsung pada 25 September hingga 10 Oktober 2026. Sebanyak 168 tim mengikuti babak tersebut, berasal dari berbagai wilayah Kabupaten Batang dan bertanding melalui 12 polsek jajaran.
Dari babak penyisihan itu, 840 anak muda tercatat sebagai peserta turnamen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator besarnya minat komunitas e-sport di daerah itu.
"Angka 840 itu bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut ada 840 masa depan, calon-calon pemimpin, atlet, pengusaha, profesional, bahkan mungkin calon anggota Polri dan TNI. E-sport menjadi pintu masuk pembinaan, bukan tujuan akhir," ujarnya.
Pembinaan Diminta Tak Berhenti Usai Kompetisi
Warsono meminta para kapolsek di wilayah hukum Polresta Batang menjaga komunikasi dengan komunitas pemuda setempat. Pembinaan diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Ketua Panitia PBEL 2026 Ali Zona menyebut kolaborasi kepolisian dengan komunitas e-sport dapat menjadi sarana edukasi yang dekat dengan kehidupan generasi digital. Pendekatan itu dinilai lebih mudah diterima remaja dibanding penyuluhan formal.
Polresta Batang belum merinci jadwal babak final PBEL III 2026. Namun kepolisian memastikan pembinaan terhadap peserta akan dilanjutkan melalui program pendampingan komunitas pemuda di tiap polsek.