JAWA TENGAH — Pergeseran perilaku ini juga terlihat dari besaran anggaran yang rela dikeluarkan. Pencarian tiket First Class dan Business Class oleh pengguna Indonesia melonjak 148% year-on-year, sementara minat terhadap hotel bintang lima tumbuh 37% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kelas menengah produktif Indonesia sedang mengubah cara mereka berwisata.
Frekuensi Tinggi dan Durasi Panjang: Ciri Baru Traveler Indonesia
Wisatawan Indonesia tidak hanya bepergian lebih sering, tetapi juga lebih lama di perjalanan. Rata-rata durasi 14,5 hari untuk pengguna kabin premium tercatat lebih panjang dibanding rata-rata umum yang hanya 11,5 hari. Artinya, ada kecenderungan menggabungkan beberapa kota dalam satu perjalanan jarak jauh.
Data volume pemesanan untuk destinasi long-haul juga naik signifikan, tumbuh 44% dibanding tahun lalu. Jepang, Maroko, dan Tiongkok menjadi tiga destinasi terpopuler untuk kategori hotel, sementara Tiongkok, Jepang, dan Arab Saudi memimpin pemesanan penerbangan premium. Pola ini mengindikasikan traveler Indonesia tak ragu terbang lebih jauh demi pengalaman berbeda.
Tur Pribadi dan Hiburan: Pemicu Pengeluaran Terbesar
Fleksibilitas menjadi kata kunci. Layanan Custom Tours yang memungkinkan jadwal perjalanan disusun sendiri kini diminati, dan Indonesia menempati peringkat ketujuh global sebagai negara pengguna layanan tur kustom terbanyak di Trip.com. Wisatawan ingin mengatur ritme perjalanan sesuai kebutuhan keluarga atau minat pribadi, bukan mengikuti paket rombongan yang kaku.
Selain tur pribadi, konser musik dan ajang olahraga internasional menjadi magnet pengeluaran. Laporan Trip.com Group menyebutkan 66% wisatawan Asia-Pasifik bersedia terbang ke luar negeri hanya untuk menghadiri konser. Tren ini menjelaskan mengapa tiket pesawat premium dan akomodasi bintang lima laris manis pada bulan-bulan berlangsungnya event besar.
Indonesia Incaran Turis Asing untuk Akomodasi Premium
Peningkatan minat terhadap pengalaman premium tidak hanya terjadi pada wisatawan yang keluar negeri. Indonesia justru semakin kuat memposisikan diri sebagai destinasi premium bagi pelancong mancanegara. Pemesanan hotel premium di dalam negeri oleh wisatawan asing tumbuh 37%, dengan Tiongkok, Singapura, dan Jepang sebagai pasar utama.
Di sektor domestik, Bandung, Puncak, dan Yogyakarta tetap menjadi favorit. Kehadiran hotel-hotel seperti The Gaia Hotel Bandung dan Lafayette Boutique Hotel Yogyakarta membuktikan permintaan akomodasi berkualitas kini meluas ke luar pusat metropolitan utama seperti Jakarta dan Bali.
Profil Wisatawan Premium: Usia Produktif dengan Daya Beli Tinggi
Segmen perjalanan mewah ini didominasi kelompok usia 35-49 tahun yang menyumbang hampir separuh total pemesanan kabin premium dan hotel bintang lima. Mereka adalah profesional mapan yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi waktu dibanding penghematan biaya.
"Di kalangan wisatawan Indonesia, tren perjalanan kini makin bergeser menjadi sebuah investasi untuk menikmati perjalanan yang lebih bermakna. Data kami menunjukkan peningkatan minat terhadap perjalanan premium, mulai dari kabin pesawat hingga pengalaman yang lebih terpersonalisasi seperti Custom dan Private Tours," ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia.
Dukungan Teknologi untuk Perencanaan Instan
Menjawab kebutuhan personalisasi ini, Trip.com mengembangkan fitur berbasis AI bernama Trip.Planner. Fitur ini membantu wisatawan menyusun rencana perjalanan pribadi secara instan, mencakup lebih dari 300.000 aktivitas di 2.000 kota di seluruh dunia. Bagi traveler yang ingin menggabungkan konser di Tokyo dengan kunjungan budaya di Kyoto, atau tur kuliner di Bandung dengan staycation mewah di Puncak, perencanaan kini bisa dilakukan dalam hitungan menit.