Pencarian

Bayi dan Balita di Tengah Kabut Asap: Imbauan Penting dari AIMI Kalbar

Kamis, 03 September 2026 • 12:52:31 WIB
Bayi dan Balita di Tengah Kabut Asap: Imbauan Penting dari AIMI Kalbar
AIMI Kalbar membagikan masker khusus anak serta mengedukasi orang tua di Pontianak, Kubu Raya, dan Sanggau untuk melindungi bayi dan balita dari dampak kabut asap.

JAWA TENGAH — Menanggapi situasi ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat turun tangan dengan membagikan masker khusus anak sejak Rabu (2/9/2026). Bukan cuma berbagi masker, mereka juga mengedukasi para ibu di Pontianak, Kubu Raya, hingga Sanggau soal cara melindungi bayi dan balita dari paparan asap.

Kenapa Bayi dan Balita Lebih Rentan saat Kabut Asap?

Bayi bernapas lebih cepat daripada orang dewasa, sehingga partikel asap yang masuk ke paru-parunya juga lebih banyak. Sistem imun yang belum sempurna bikin kelompok usia ini paling gampang jatuh sakit ketika kualitas udara memburuk.

Ketua AIMI Kalbar, drg. Rizky Pontiviana Akbari, M.Kes., mengingatkan bahwa kondisi kabut asap saat ini butuh perhatian serius. Perempuan yang akrab disapa Ponti itu menegaskan, bayi, balita, dan ibu hamil adalah kelompok paling rentan terhadap dampak buruk udara kotor.

“Kami memahami bahwa situasi ini berat bagi kita semua. Berdasarkan pemberitaan terbaru, terjadi kebakaran lahan yang menyebabkan ibu hamil dan balita dievakuasi karena api sudah masuk ke area permukiman,” ungkapnya.

Jangan Asal Memakaikan Masker pada Bayi

Banyak orang tua panik lalu buru-buru memakaikan masker ke bayi mereka. AIMI mengingatkan keras supaya kebiasaan ini dihentikan.

“Titik beratnya, bagi bayi tidak direkomendasikan untuk menggunakan masker dikarenakan bayi masih belum paham. Jangan memakaikan masker sembarangan kepada bayi,” jelas Ponti. Bayi belum bisa melepas masker sendiri saat sulit bernapas, sehingga risikonya bisa tersedak atau kekurangan oksigen.

Alih-alih memberi masker, jauhkan si kecil dari paparan asap langsung. Kurangi aktivitas di luar rumah dan pastikan ruangan tempat bayi berada memiliki sirkulasi udara yang lebih bersih.

Mulai dari Rumah, Perketat Perlindungan Keluarga

Orang tua diminta aktif menutup celah-celah pintu dan jendela agar asap tidak menyelinap masuk ke dalam rumah. Aktivitas bermain di luar ruangan sebaiknya dihentikan sementara sampai kualitas udara dinyatakan aman.

Ponti juga mengingatkan para ayah untuk berhenti merokok di dalam rumah. Campuran asap rokok dan kabut asap karhutla hanya akan memperberat kerja paru-paru anak yang masih berkembang.

Ibu Menyusui, Jangan Putus ASI

Bagi ibu yang masih menyusui, AIMI mengimbau untuk tetap melanjutkan pemberian ASI. “Tetap lanjutkan pemberian ASI. Serta sang ibu harus cukup makan, minum, dan beristirahat,” ujar Ponti.

ASI menjadi tameng utama menjaga daya tahan tubuh bayi. Namun kondisi ibu juga tidak boleh dilupakan. Kelelahan dan dehidrasi bisa menurunkan kualitas maupun produksi ASI, jadi pastikan kebutuhan nutrisi dan istirahat tetap terpenuhi.

Tanda Bahaya yang Wajib Diperiksakan ke Dokter

Orang tua diminta memantau kondisi pernapasan anak secara aktif. Jika si kecil mengalami batuk disertai demam tinggi, terlihat kesulitan bernapas, atau menunjukkan tanda bahaya lain, jangan menunggu. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sampai sekarang, AIMI Kalbar telah membagikan hampir ratusan masker khusus anak di area terbuka Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Aksi serupa akan dilanjutkan ke Kabupaten Sanggau bersama AIMI Sanggau.

Edukasi dan pembagian masker ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran orang tua bahwa melindungi bayi dan balita dari kabut asap butuh tindakan nyata, bukan sekadar menunggu angin membawa pergi asap.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianak.suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks