JAWA TENGAH — Pameran International Information Display Conference (IMID) 2026 yang berlangsung pada 18–21 Agustus di Busan menjadi ajang Samsung Display untuk menunjukkan arah pengembangan layar mereka ke depan. Dua produk unggulan yang dipamerkan menyasar segmen berbeda: performa tinggi untuk laptop dan fleksibilitas penuh untuk perangkat masa depan.
Layar Laptop 300 Hz: Respons Lebih Cepat untuk Gaming dan Kreator
Samsung memperkenalkan panel OLED berukuran 16 inci dengan resolusi 2,5K yang mampu mencapai refresh rate 300 Hz. Angka ini jauh di atas standar layar laptop gaming kebanyakan yang berkisar 144–165 Hz.
Dengan refresh rate setinggi itu, waktu respons panel menjadi lebih baik. Efeknya terasa saat pengguna scrolling cepat, menonton konten aksi, atau bermain game dengan pergerakan kamera dinamis—semua tampak lebih mulus tanpa ghosting yang mengganggu.
Panel ini juga mengusung teknologi OLED yang sudah dikenal punya rasio kontras tinggi dan reproduksi warna akurat, cocok untuk kebutuhan editing foto atau video di sela aktivitas gaming.
Layar Lipat dengan Sudut Pandang Lebar: Solusi Masalah Kecerahan di Lipatan
Samsung turut memamerkan layar OLED 7,6 inci dengan sudut pandang lebar yang dirancang khusus untuk ponsel lipat. Inovasi ini menjawab keluhan umum pengguna: penurunan kecerahan di area lengkung lipatan engsel.
Perusahaan mengklaim material lapisan pemancar cahaya organik baru dan penyesuaian struktural mampu menjaga kecerahan serta keseragaman gambar, bahkan saat pengguna melihat layar dari sudut miring atau tepat di bagian yang melengkung. Ini berarti pengalaman menonton video atau membaca di layar lipat jadi lebih nyaman tanpa ada area redup yang mengganggu.
Layar Stretchable 20 Inci: Panel Fleksibel Terbesar yang Pernah Ada
Samsung juga memamerkan layar stretchable berukuran 20 inci yang diklaim sebagai panel dapat diregangkan terbesar di dunia. Ukurannya jauh lebih besar dari prototipe serupa yang pernah diperkenalkan sebelumnya.
Untuk mewujudkannya, Samsung menyambungkan dua panel OLED fleksibel dengan teknologi canggih. Sambungan antar panel dibuat sangat minim sehingga secara visual tampak seperti satu layar utuh yang menyatu, bukan dua panel yang digabung.
Teknologi stretchable sendiri masih tergolong eksperimental dan belum jelas kapan akan diproduksi massal. Namun, demonstrasi ini memberi gambaran arah pengembangan perangkat wearable atau layar yang bisa menyesuaikan bentuk permukaan di masa depan.
Dampak untuk Pasar Indonesia
Belum ada informasi resmi kapan panel-panel ini akan digunakan pada produk komersial yang masuk ke Indonesia. Namun, kehadiran layar 300 Hz di segmen laptop gaming bisa menjadi daya tarik bagi pengguna lokal yang mengincar perangkat dengan respons tercepat.
Adapun teknologi layar lipat dengan sudut pandang lebar berpotensi menjadi standar baru pada generasi berikutnya dari ponsel lipat Samsung, yang selama ini populer di pasar Tanah Air. Jika panel ini diterapkan, keluhan soal lipatan layar yang meredup bisa berkurang signifikan.
Untuk layar stretchable 20 inci, kemungkinan besar masih butuh waktu bertahun-tahun sebelum hadir di perangkat konsumen. Saat ini posisinya lebih sebagai bukti kapabilitas riset Samsung Display dibanding produk siap jual.