MAGELANG — Puluhan PCNU di Jawa Tengah sepakat mendorong Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori, untuk bertarung dalam bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dukungan itu disampaikan langsung melalui maklumat yang dibacakan di Magelang, Sabtu malam.
Ketua PCNU Kabupaten Semarang KH Ahmad Fauzan yang membacakan pernyataan tersebut mengatakan, NU saat ini membutuhkan figur yang mampu menjadi perekat di tengah dinamika internal organisasi. “Kami memandang perlu hadir kepemimpinan yang mampu menjadi aras persatuan, merangkul seluruh kader dan kekuatan NU tanpa membeda latar belakang, serta mengembalikan orientasi organisasi sepenuhnya untuk khidmah kepada umat dan jam’iyah,” ujarnya.
Akar Pesantren dan Kemampuan Menjembatani Kelompok
Para pengurus cabang menilai Gus Yusuf memiliki rekam jejak yang kuat dalam tradisi pesantren dan pengalaman organisasi yang panjang. Ia dinilai mampu menjembatani berbagai kelompok yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama. “NU membutuhkan kepemimpinan yang sejuk dan mampu menjaga keseimbangan,” kata Ahmad Fauzan.
Dalam maklumat tersebut, para kiai juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah serta nilai-nilai para pendiri NU. PBNU ke depan diharapkan tidak tersandera konflik internal, melainkan kembali memperkuat pelayanan di bidang pendidikan, pesantren, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Gus Yusuf: Ini Soal Khidmah, Bukan Jabatan
Menanggapi dukungan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menegaskan bahwa pencalonan dirinya bukanlah soal ambisi pribadi melainkan amanah dari para masyayikh dan jam’iyah. “Saya matur nuwun atas kepercayaan dan dawuh para kiai serta sahabat-sahabat PCNU. Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tetapi soal khidmah,” katanya.
Ia menambahkan, jika memang para kiai dan pengurus cabang menghendaki, dirinya siap menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. “Yang terpenting, NU harus kembali guyub, solid, dan fokus melayani umat,” ujar Gus Yusuf.
Muktamar Harus Jadi Momentum Persatuan
Gus Yusuf juga berpesan agar muktamar NU yang akan datang tidak menjadi ajang perpecahan. Menurutnya, siapa pun yang nantinya diberi amanah sebagai ketua umum, tugas utamanya adalah menyatukan kembali seluruh elemen organisasi. “NU ini pesantren besar kita bersama. Muktamar harus menjadi jalan untuk menyatukan, bukan memisahkan,” tegasnya.
Maklumat dukungan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah organisasi alumni pesantren, seperti Himpunan Alumni Santri Lirboyo dan IMAP Ittihadul Mutakhorijin Al-Falah Ploso, serta para kiai sepuh dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Daftar 22 PCNU yang Mendukung Gus Yusuf
Berikut adalah 22 PCNU di Jawa Tengah yang secara resmi meminta Gus Yusuf maju sebagai calon ketua umum PBNU:
- Kabupaten Magelang
- Kota Magelang
- Purworejo
- Temanggung
- Wonosobo
- Sukoharjo
- Boyolali
- Karanganyar
- Sragen
- Cilacap
- Salatiga
- Demak
- Kudus
- Kendal
- Kabupaten Semarang
- Kota Tegal
- Kabupaten Tegal
- Pemalang
- Batang
- Kabupaten Pekalongan
- Wonogiri
- Kota Surakarta