Pencarian

Bukan Sekadar Bangun Sekolah, Hutama Karya Kirim Material Lewat Laut demi Pendidikan di Halmahera

Senin, 08 Juni 2026 • 19:36:31 WIB
Bukan Sekadar Bangun Sekolah, Hutama Karya Kirim Material Lewat Laut demi Pendidikan di Halmahera
Material bangunan dikirim melalui laut untuk mendukung pembangunan sekolah di Pulau Halmahera.

JAWA TENGAH — Di Pulau Jawa, material bangunan bisa tiba di lokasi proyek dalam hitungan jam. Namun, di Halmahera, ceritanya berbeda. Untuk membangun dua Sekolah Rakyat (SR) berasrama, Hutama Karya harus mengirim pasokan konstruksi menyeberangi lautan. Jadwal pengiriman pun diatur ketat mengikuti pelayaran dan cuaca, sementara intensitas hujan tinggi menjadi faktor tambahan yang harus diperhitungkan.

Dari Laut ke Kelas: Perjuangan Logistik di Wilayah Kepulauan

Material konstruksi dikirim secara bertahap menuju Pulau Halmahera. Setiap pengiriman harus disesuaikan dengan jadwal pelayaran dan kondisi cuaca agar pasokan tetap tersedia saat dibutuhkan di lapangan. Tak hanya itu, curah hujan yang tinggi juga menjadi tantangan dalam setiap tahapan pekerjaan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, pembangunan tetap berjalan. Di atas lahan seluas sekitar 8,8 hektare di masing-masing lokasi, pemerintah membangun kompleks pendidikan terpadu dengan luas bangunan mencapai 27.150 meter persegi. Fasilitas yang dibangun bukan hanya ruang kelas, melainkan juga gedung SD, SMP, dan SMA, asrama putra-putri, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, dapur, kantin, hingga lapangan olahraga.

Strategi Percepatan Tanpa Mengorbankan Kualitas

Untuk mengejar target penyelesaian, Hutama Karya menerapkan sejumlah strategi. Jam kerja diperpanjang melalui pola long shift, sementara jumlah tenaga kerja ditambah pada periode puncak pekerjaan. Produktivitas pengecoran juga ditingkatkan dengan menambah peralatan beton dan menerapkan metode konstruksi yang lebih efisien.

"Kami memprioritaskan kualitas di setiap tahapan dan terus memacu penyelesaian fisik di lapangan, sehingga fasilitas pendidikan ini siap mendukung proses belajar anak-anak Maluku Utara secara optimal," ujar Direktur Operasi II Hutama Karya Mardiansyah, usai meninjau langsung proyek di Halmahera Barat dan Halmahera Utara pada 3-4 Juni 2026.

Penggunaan plat bondek dan fondasi precast (precast foot plate) menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pekerjaan struktur tanpa mengurangi kualitas bangunan. Sementara itu, pada pekerjaan kawasan, kontraktor menerapkan metode penimbunan makadam guna mempercepat pemulihan akses jalan yang terdampak hujan.

Dampak Ekonomi untuk Warga Lokal

Selain menghadirkan infrastruktur pendidikan, pembangunan SR juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sekitar 20-25 persen tenaga kerja proyek berasal dari warga lokal. Hutama Karya juga melibatkan subkontraktor daerah serta memanfaatkan pasokan material dari pemasok setempat, sehingga ikut menggerakkan roda ekonomi selama masa konstruksi.

Nurlinda, warga Desa Tuniku, berharap pembangunan dapat segera diselesaikan. "Semoga cepat selesai, supaya anak-anak bisa sekolah. Karena banyak anak kurang mampu," tuturnya.

Hingga awal Juni 2026, lebih dari separuh pekerjaan konstruksi telah rampung. Aktivitas pembangunan kini difokuskan pada penyelesaian pekerjaan arsitektur, penataan kawasan, serta fasilitas pendukung lainnya. Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, kompleks SR di Halmahera Barat dan Halmahera Utara tak hanya menjadi bangunan baru, tetapi juga simbol upaya menghadirkan pendidikan yang lebih merata hingga ke wilayah kepulauan Indonesia.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks