TEGAL — Wali Kota Dedy Yon Supriyono memimpin langsung penanaman 2.000 pohon yang digelar di Pantai Pulo Kodok Kota Tegal, Sabtu pagi. Kegiatan itu dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Mangrove dan Cemara Laut Jadi Pilihan Utama
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan gerakan penghijauan merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, utamanya di kawasan pesisir. Menurutnya, upaya ini juga menjadi bagian dari menjaga keseimbangan kebutuhan oksigen dan mengurangi dampak karbon dioksida di udara.
"Mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap karbon. Sekaligus pelindung alami wilayah pesisir," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal Yuli Prasetiya mengungkapkan, dari total 2.000 bibit yang ditanam, sebanyak 1.000 bibit merupakan mangrove dan 1.000 bibit lainnya adalah cemara laut. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
Libatkan 13 Komunitas Pecinta Alam
Yuli Prasetiya menambahkan, penanaman pohon akan membantu mengurangi polutan dan emisi gas rumah kaca. Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya ada 13 komunitas pecinta alam yang turut ambil bagian, serta didukung dari berbagai pihak.
"Kami terus mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan benar," ujarnya.
Komitmen Penghijauan Berkelanjutan di Pesisir
Dedy Yon menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal berkomitmen akan terus melanjutkan penghijauan secara berkelanjutan di kawasan pesisir. Selain di Pantai Pulo Kodok, penanaman mangrove juga telah dilakukan di sejumlah titik pantai lainnya di Kota Tegal sebagai upaya memperkuat ketahanan lingkungan.
Penanaman pohon ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan secara nasional. Pemkot Tegal berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir di masa mendatang.