Pencarian

Piala Dunia 2026 Diprediksi Hasilkan 9 Juta Ton Emisi, Jadi Turnamen Paling Kotor Sepanjang Sejarah

Jumat, 05 Juni 2026 • 22:04:01 WIB
Piala Dunia 2026 Diprediksi Hasilkan 9 Juta Ton Emisi, Jadi Turnamen Paling Kotor Sepanjang Sejarah
Piala Dunia 2026 diperkirakan menghasilkan emisi karbon 9 juta ton, tertinggi dalam sejarah turnamen.

JAWA TENGAH — Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara. Jarak tempuh antarvenue yang sangat jauh menjadi penyumbang utama emisi karbon, terutama dari perjalanan udara tim, ofisial, dan suporter. Belum lagi tantangan cuaca ekstrem yang diprediksi mengganggu jadwal pertandingan di beberapa lokasi.

Jejak Karbon Terbesar dari Sektor Transportasi

Emisi 9 juta ton CO2 itu setara dengan emisi tahunan dari 2 juta mobil penumpang. Sektor transportasi udara menyumbang porsi terbesar, mengingat perjalanan lintas benua yang harus ditempuh para peserta dan penggemar.

FIFA sendiri sebenarnya telah mengklaim akan menyelenggarakan Piala Dunia yang lebih ramah lingkungan. Namun, data awal justru menunjukkan tren sebaliknya. Edisi 2022 di Qatar menghasilkan emisi sekitar 3,6 juta ton, sementara 2026 diprediksi tiga kali lipat lebih besar.

Cuaca Ekstrem Mengintai Stadion-Stadion Utama

Selain polusi, cuaca ekstrem menjadi momok tersendiri. Beberapa kota tuan rumah seperti Dallas dan Houston kerap dilanda gelombang panas pada Juni-Juli, saat turnamen berlangsung. Sementara itu, wilayah Pantai Barat seperti Seattle dan Vancouver rawan kebakaran hutan yang bisa menurunkan kualitas udara.

Kondisi ini memaksa panitia menyiapkan protokol kesehatan tambahan. Istirahat pendingin (cooling break) kemungkinan besar akan lebih sering diterapkan dibanding edisi sebelumnya.

Mengapa Angkanya Melonjak Drastis?

Ada tiga faktor utama: jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 48 tim, venue tersebar di tiga negara dengan jarak ribuan kilometer, dan tidak ada sistem transportasi massal yang terintegrasi antarkota seperti di Qatar. Akibatnya, penerbangan domestik dan sewa jet pribadi menjadi moda utama.

Kelompok pegiat lingkungan sudah menyuarakan protes. Mereka menuntut FIFA mengungkapkan rencana kompensasi karbon secara transparan, bukan sekadar janji "netral karbon" tanpa data pendukung.

Jadwal dan Lokasi Rawan Terdampak

Pertandingan pembuka dijadwalkan pada 11 Juni 2026 di Stadion Azteca, Kota Meksiko. Laga final akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Beberapa laga fase grup di wilayah Midwest AS berpotensi bentrok dengan musim badai tornado.

Belum ada pernyataan resmi dari FIFA mengenai penyesuaian jadwal jika kondisi cuaca benar-benar ekstrem. Namun, panitia lokal disebut sudah menyiapkan stadion alternatif di zona lebih aman.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks