UNGARAN — Sapi milik peternak asal Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, bernama Untung Rahardjo, resmi terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo Subianto. Sapi jantan berusia lima tahun itu memiliki bobot 1,48 ton dan dihargai mencapai Rp 103 juta. Kabar ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan peternak sapi di lereng Gunung Ungaran.
Proses Pemilihan: Peternak Tak Menyangka Sapi Biasa Jadi Pilihan Istimewa
Proses seleksi sapi untuk kurban Presiden berlangsung ketat. Tim dari Sekretariat Presiden dan Dinas Peternakan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi fisik, kesehatan, serta bobot sapi. Dari puluhan sapi yang diajukan, Untung Rahardjo dinilai memenuhi kriteria ideal: postur tubuh proporsional, tidak cacat, dan memiliki bobot di atas rata-rata.
Peternak mengaku tidak menyangka sapinya terpilih. Awalnya, ia hanya mendaftarkan sapi tersebut melalui program pendataan hewan kurban tingkat kabupaten. "Saya kira hanya seleksi biasa, ternyata untuk Bapak Presiden," ujarnya.
Mengapa Bobot 1,48 Ton Jadi Nilai Lebih?
Bobot sapi sebesar 1,48 ton tergolong luar biasa untuk sapi lokal jenis peranakan ongole. Standar sapi kurban biasanya berkisar 800 kilogram hingga 1,2 ton. Dengan bobot tersebut, sapi Untung Rahardjo masuk kategori sapi super berat yang langka ditemukan di Jawa Tengah.
Harga Rp 103 juta pun dinilai wajar oleh tim penilai. Selain bobot, faktor usia produktif lima tahun dan riwayat kesehatan tanpa penyakit menular menjadi pertimbangan utama. Sapi ini juga telah divaksinasi lengkap dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
Apa yang Terjadi Selanjutnya? Sapi Dikirim ke Jakarta Pekan Depan
Setelah resmi terpilih, sapi Untung Rahardjo akan dikirim ke Jakarta pada pekan depan. Proses pengiriman akan menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi pendingin dan pengawasan dokter hewan. Rencananya, sapi ini akan disembelih di lokasi yang ditentukan oleh Sekretariat Presiden pada hari raya kurban.
Bagi peternak di Kabupaten Semarang, pemilihan ini menjadi bukti bahwa kualitas sapi lokal mampu bersaing di tingkat nasional. Dinas Peternakan setempat berencana menjadikan sapi Untung Rahardjo sebagai maskot promosi peternakan daerah.