Pencarian

Pemprov Jateng Perluas Program Dokter Spesialis Keliling ke 1.089 Desa, 102 Ribu Warga Sudah Diperiksa Gratis

Senin, 18 Mei 2026 • 13:05:59 WIB
Pemprov Jateng Perluas Program Dokter Spesialis Keliling ke 1.089 Desa, 102 Ribu Warga Sudah Diperiksa Gratis
Gubernur Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan Program Dokter Spesialis Keliling di Desa Gumiwang, Banjarnegara.

BANJARNEGARA — Layanan kesehatan gratis di Jawa Tengah kian menjangkau wilayah terpencil. Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sudah berjalan 1.143 kali di 446 kecamatan sejak diluncurkan.

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan Speling di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Ia menargetkan 284 ribu sasaran pada akhir tahun ini.

Fokus pada TBC, Stunting, dan Kesehatan Jiwa

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menyebut program ini tidak berhenti pada deteksi dini. Setelah ditemukan, pasien akan mendapat pengobatan dan pendampingan secara holistik.

Penanganan TBC dilakukan melalui program TOS: Temukan, Obati, dan Selesaikan Pengobatan. Langkah ini dinilai krusial karena Indonesia masih menjadi negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia.

“Semakin cepat TBC dideteksi dan diobati, semakin cepat pula rantai penularannya bisa diputus. Speling sangat mendukung upaya itu karena terintegrasi dengan program Kementerian Kesehatan,” ujar Zulfachmi.

Integrasi dengan Cek Kesehatan Gratis Pusat

Pelaksanaan Speling juga disinergikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Per 17 Mei 2026, capaian CKG di Jawa Tengah telah menjangkau 8.810.798 orang atau sekitar 22,91 persen dari total penduduk. Seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah telah menjalankan program tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa layanan kesehatan tidak boleh terpusat di rumah sakit. Seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemprov Jateng diminta aktif menerjunkan dokter spesialis ke desa-desa.

“Kita ingin masyarakat desa mendapatkan layanan kesehatan gratis, diperiksa dokter spesialis, penanganan stunting, layanan kesehatan jiwa, dan lainnya langsung di wilayah mereka,” kata Luthfi.

Banjarnegara: Daerah dengan Dokter Spesialis Terbatas

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengapresiasi program ini. Daerahnya hanya memiliki empat rumah sakit dengan jumlah dokter spesialis yang terbatas.

“Kami fokus menangani TBC karena salah satu penyebab stunting pada anak berkaitan dengan TBC. Dengan bantuan alat radiologi portable dari RSUD Margono Soekarjo, kasus-kasus yang selama ini tersembunyi bisa lebih cepat ditemukan,” pungkasnya.

Di Kabupaten Banjarnegara, pelayanan Speling dipusatkan melalui RSUD Dr Margono Soekarjo dengan melibatkan rumah sakit pemerintah daerah maupun swasta. Program ini diharapkan memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga desa-desa terpencil.

Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks