SEMARANG — Pelaksanaan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap umat Muslim yang mampu. Berdasarkan penanggalan masehi, puncak ibadah haji tahun ini diperkirakan jatuh pada 25-26 Mei mendatang. Menjelang keberangkatan, jemaah tidak hanya perlu menyiapkan fisik, tetapi juga kesiapan batin melalui doa dan tatakrama yang benar sesuai tuntunan.
Doa Keluar Rumah: Memohon Perlindungan Selama Perjalanan ke Tanah Suci
Langkah pertama yang dilakukan jemaah saat hendak meninggalkan kediaman adalah membaca doa keluar rumah. Doa ini serupa dengan bacaan saat akan memulai perjalanan pada umumnya, namun memiliki makna mendalam sebagai bentuk penyerahan diri total kepada Sang Pencipta. Jemaah diharapkan melangkah keluar dengan penuh ketenangan dan keyakinan.
Bacaan doa tersebut adalah: Bismillâhi tawakkaltu ‘alallâhi wa lâ ?aula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adhîm.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah". Kalimat ini menjadi pondasi bagi jemaah agar senantiasa merasa dalam lindungan-Nya selama menempuh perjalanan jauh menuju Arab Saudi.
Menitipkan Keluarga dan Harta Benda Melalui Doa Khusus
Kekhawatiran terhadap keluarga dan harta benda yang ditinggalkan di kampung halaman seringkali muncul bagi mereka yang berangkat ke tanah suci. Untuk menjaga ketenangan hati, terdapat doa khusus untuk memohon perlindungan atas segala sesuatu yang ditinggalkan selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Doa memohon perlindungan keluarga dan harta yakni: Allahumma inni ataqarrabu ilaika bihinna fakhlufni bihinna fi ahli wa mali.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mendekatkan diri kepada-Mu dengan perantaraan mereka (ayat-ayat/surat), maka gantikanlah aku dalam menjaga keluarga dan hartaku". Dengan membaca doa ini, jemaah dapat lebih fokus beribadah tanpa harus terbebani pikiran mengenai situasi di rumah.
Memohon Kebaikan dan Ketakwaan Sebelum Meninggalkan Rumah
Tatakrama terakhir yang sangat dianjurkan adalah memohon kebaikan dan bekal ketakwaan. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk memperbaiki kualitas diri. Oleh karena itu, memohon agar setiap langkah diarahkan pada kebaikan menjadi sangat krusial bagi setiap jemaah.
Adapun bacaan doanya adalah: Allâhumma bika intasyartu wa ilaika tawajjahtu wa bika’ tashamtu. Allâhumma anta tsiqatî wa rajâ-î. Allâhumma zawwidnit taqwâ waghfirlî dzanbî wa wajjihnî lil khairi ainamâ tawajjahtu.
Doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan bekal takwa, mengampuni dosa-dosa, serta memberikan bimbingan menuju kebaikan di mana pun jemaah berada. Persiapan spiritual yang matang melalui rangkaian doa ini diharapkan mampu mengantarkan warga yang berangkat menjadi haji yang mabrur.