Pencarian

Nawal Yasin Optimistis UMKM Jawa Tengah Tumbuh dan Mendunia di Semarang

Sabtu, 09 Mei 2026 • 14:27:24 WIB
Nawal Yasin Optimistis UMKM Jawa Tengah Tumbuh dan Mendunia di Semarang
Nawal Yasin membuka UMKM Grande 2026 di Semarang untuk memperkuat daya saing produk lokal.

SEMARANG — Sebanyak 90 pelaku usaha mengikuti ajang UMKM Grande (Green, Kerakyatan, Digital & Export) 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang yang berlangsung hingga 11 Mei 2026. Kegiatan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpW BI) Jawa Tengah ini fokus pada penguatan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menjelaskan bahwa sektor UMKM merupakan fondasi utama penggerak ekonomi daerah. Pihaknya berkomitmen membangun ekosistem yang tangguh melalui pendampingan berkelanjutan bagi para perajin dan pengusaha mikro.

Penyaluran KUR Jawa Tengah Capai Rp361 Triliun

Akses permodalan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat struktur usaha kecil di wilayah ini. Data menunjukkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah periode 2015 hingga 2025 telah menembus angka Rp361,36 triliun dengan total 10,31 juta debitur.

Khusus pada tahun 2025, tercatat sebanyak 667.067 debitur telah melakukan akad kredit dengan nilai mencapai Rp34,73 triliun hingga 9 Oktober. Ketersediaan modal ini diharapkan dapat memacu kapasitas produksi UMKM untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.

“Kita adakan kurasi, kurasi ini kita selalu bersama dengan Bank Indonesia. Setelah kurasi ini kita kemudian berikan akses untuk permodalan,” ujar Nawal Yasin seusai menghadiri pembukaan UMKM Grande 2026, Jumat (8/5/2026).

Strategi Business Matching dengan Buyer Luar Negeri

Selain pameran produk dan parade busana, event ini mengedepankan pertemuan bisnis (business matching) secara langsung. Panitia menghadirkan sejumlah calon pembeli potensial dari dalam dan luar negeri untuk melihat langsung kualitas produk unggulan Jawa Tengah.

Nawal menyebut proses penguatan ekosistem dimulai dari program inkubasi dan pelatihan untuk menjaga standar kualitas. Produk yang lolos kurasi kemudian didorong untuk masuk ke pasar digital dan dipertemukan dengan jaringan pembeli global.

“Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang buyer dari luar negeri, untuk business matching di acara UMKM Grande. Jadi buat saya, dari dari hulu ke hilir ini terus kita perkuat di ekosistemnya dengan baik,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen tersebut.

Naruna Ceramic dan Roro Kenes Jadi Contoh Sukses Ekspor

Beberapa jenama lokal asal Jawa Tengah telah membuktikan kualitasnya dengan menembus pasar mancanegara secara mandiri. Naruna Ceramic dari Kota Salatiga kini telah mengekspor produk keramiknya ke 18 negara di berbagai belahan dunia.

Contoh sukses lainnya adalah Roro Kenes asal Semarang yang memproduksi tas anyaman kulit berkualitas tinggi. Produk ini konsisten diminati oleh wisatawan mancanegara dan menjadi representasi kerajinan tangan premium dari Jawa Tengah.

Program pendampingan ini berjalan sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk memperluas digitalisasi pasar. Pemerintah provinsi terus memperbanyak ruang pertemuan antara pelaku usaha dan buyer guna memastikan keberlanjutan bisnis UMKM di masa depan.

Bagikan
Sumber: puskapik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks