SUKOHARJO — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menetapkan perpanjangan waktu pendaftaran SPBM (Seleksi Penerimaan Berdasarkan Minat) untuk jenjang SDN. Langkah ini merespons kondisi rendahnya antusiasme wali murid dalam mengajukan diri ke sekolah-sekolah pilihan di wilayah Sukoharjo.
Enam Sekolah Tanpa Pendaftar di Putaran Pertama
Data awal menunjukkan fenomena serius: sebanyak enam SDN di Sukoharjo tidak menerima pendaftar sama sekali. Kondisi ini mencerminkan disparitas minat yang tajam antar sekolah, dengan ratusan SDN lainnya juga mengalami ketimpangan signifikan antara kapasitas dan jumlah calon siswa yang mendaftar.
Dinamika ini bukan keunikan Sukoharjo belaka. Di berbagai daerah Jawa Tengah, fenomena minat penerimaan siswa yang fluktuatif menjadi tantangan rutin bagi dinas pendidikan dalam menjamin pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan dasar.
Perpanjangan hingga 20 Juni 2026
Berdasarkan keputusan Disdikbud Sukoharjo, wali murid yang belum mengajukan pendaftaran masih memiliki waktu hingga 20 Juni 2026 untuk melakukannya. Perpanjangan ini memberikan kesempatan tambahan kepada calon siswa baru untuk memilih sekolah pilihan mereka sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai.
Strategi perluasan jangka waktu pendaftaran diharapkan dapat menyerap pendaftar yang sebelumnya terlewatkan atau belum memutuskan, sekaligus membantu sekolah-sekolah dengan minat rendah mencapai kuota siswa baru yang lebih optimal.
Upaya Pemerataan Akses Pendidikan
Langkah perpanjangan ini sejalan dengan prinsip pemerataan akses pendidikan di tingkat dasar, di mana setiap SDN diharapkan mendapat kesempatan yang setara untuk menerima siswa berkualitas. Minat yang tidak merata antar sekolah kerap disebabkan oleh persepsi wali murid terhadap reputasi, fasilitas, atau letak geografis sekolah.
Disdikbud Sukoharjo akan memantau perkembangan pendaftaran selama periode perpanjangan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan ini dan merancang strategi yang lebih komprehensif untuk siklus penerimaan siswa mendatang.