SEMARANG — Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Mohammad Ahsan, memastikan proses SPMB 2026 hanya akan menggunakan empat jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan tidak ada jalur lain di luar ketentuan, termasuk praktik titipan yang kerap menjadi polemik di tahun-tahun sebelumnya.
"SPMB kita laksanakan sesuai ketentuan. Hanya ada empat jalur, tidak ada jalur lain, tidak ada istilah jalur titipan juga tidak ada," kata Ahsan di sela peringatan Hardiknas 2026, Senin (18/5).
Ribuan Peserta Meriahkan Hardiknas Sekaligus Peluncuran SPMB
Momentum Hardiknas 2026 di Semarang dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen pendidikan inklusif dan pemerataan akses. Acara yang digelar di salah satu ruang pertemuan itu dihadiri peserta dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga anak berkebutuhan khusus.
"Undangannya sepertinya mencapai seribu orang. Anak-anak berkebutuhan khusus juga kami beri kesempatan untuk tampil dan hadir," ujar Ahsan menggambarkan antusiasme yang memenuhi ruangan.
Empat Jalur Resmi, Tanpa Ruang bagi Titipan
Kebijakan ini sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua murid di Semarang yang kerap resah dengan praktik jalur titipan yang dianggap tidak transparan. Dengan hanya memberlakukan empat jalur sesuai regulasi pusat, Disdik Kota Semarang berharap proses penerimaan murid baru tahun 2026 benar-benar berjalan adil dan akuntabel.
Ahsan menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi akan diawasi secara ketat. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran selama masa pendaftaran.
Pemerintah Kota Semarang, melalui Disdik, terus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah tanpa diskriminasi. Peluncuran SPMB 2026 di tengah peringatan Hardiknas menjadi simbol bahwa transparansi dan inklusivitas adalah prioritas utama.