SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menemui ribuan buruh yang menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Luthfi menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses perumahan bagi pekerja di wilayahnya.
Aksi yang berlangsung di jantung Ibu Kota Jawa Tengah itu berjalan kondusif. Di hadapan massa, Luthfi memaparkan sejumlah program strategis yang telah dan akan dijalankan Pemprov Jateng untuk memperkuat jaring pengaman sosial ekonomi kelompok buruh, termasuk sektor perumahan dan fasilitas penunjang kerja.
Koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Pemetaan Lahan
Terkait janji penyediaan hunian, Luthfi menyatakan bahwa Jawa Tengah akan mendapatkan jatah dari program nasional tiga juta rumah. Ia menjadwalkan koordinasi teknis dengan pemerintah pusat untuk memastikan kuota bagi buruh di Jateng segera terealisasi dalam waktu dekat.
"Kita realisasikan. Kalau enggak salah besok tanggal 9 (Mei 2026), Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait) akan ke sini. Nanti akan kita petakan, 5 ribu (rumah) kalau tidak salah datanya, termasuk rusun dan lain sebagainya," ujar Luthfi di hadapan massa buruh.
Pemprov Jateng saat ini sedang mematangkan sinkronisasi data kebutuhan hunian bagi buruh di berbagai kawasan industri. Luthfi menekankan pentingnya verifikasi agar bantuan perumahan tersebut tepat sasaran bagi pekerja yang benar-benar membutuhkan.
"Nanti kalau sudah fix, final, Jawa Tengah jatahnya buruh, kita sosialisasikan, kita dapatkan, kita berikan," tambah Luthfi.
Optimalisasi Koperasi Karyawan dan Fasilitas Daycare
Selain isu perumahan, Luthfi menyoroti keberadaan infrastruktur kesejahteraan yang sudah berjalan di lingkungan perusahaan. Ia mengklaim Jawa Tengah telah memiliki ratusan koperasi karyawan yang berfungsi sebagai penyangga ekonomi buruh saat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.
"Jawa Tengah telah memberikan beberapa hal di luar yang rekan-rekan dapatkan, di antaranya 253 koperasi karyawan dan daycare telah terbentuk," ujarnya.
Menurutnya, koperasi karyawan memegang peran signifikan dalam menjaga daya beli pekerja. Melalui koperasi tersebut, buruh diharapkan bisa mendapatkan bahan pokok penting dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum.
Penyediaan fasilitas daycare atau tempat penitipan anak di kawasan industri juga menjadi fokus Pemprov Jateng. Fasilitas ini bertujuan meringankan beban pekerja, terutama bagi buruh perempuan, sehingga produktivitas tetap terjaga tanpa mengabaikan pengasuhan anak.
Apresiasi Kondusivitas Aksi May Day di Jawa Tengah
Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan para buruh dalam menyampaikan aspirasi. Berdasarkan laporan yang diterima, aksi peringatan May Day di 35 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah berlangsung tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Ia menilai dialog terbuka antara pemerintah dan serikat pekerja menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah. Kondisi yang tenang ini dianggap sebagai modal penting untuk menarik investasi sekaligus memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi melalui regulasi daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada buruh, mulai dari upah hingga fasilitas kesejahteraan luar upah. Pertemuan dengan Menteri Perumahan pada pekan depan diharapkan menjadi titik terang bagi ribuan buruh di Jateng yang memimpikan kepemilikan rumah pribadi.