KENDAL — Penyaluran bantuan beras CPP di Kabupaten Kendal tahun ini mengalami perubahan jumlah. Jika sebelumnya penerima mendapat 20 kilogram per tiga bulan, kini alokasinya bertambah menjadi 30 kilogram untuk periode yang sama.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyebut tambahan ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga beras di pasaran yang belakangan terus merangkak naik.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan ini. Setiap penerima manfaat mendapatkan jatah 10 kilogram per bulan, namun untuk efisiensi distribusi, bantuan langsung diberikan sekaligus untuk tiga bulan.
"Untuk Desa Penjalin ada 179 penerima manfaat. Satu bulan mendapatkan 10 kilogram, sehingga untuk alokasi tiga bulan diberikan sekaligus sebanyak 30 kilogram," ujar Pandu di sela penyerahan bantuan di Aula Balai Desa Penjalin.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan CPP di Kabupaten Kendal mencapai sekitar 115 ribu kepala keluarga. Angka ini mengalami penurunan sekitar 7 ribu penerima dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan jumlah penerima bukan tanpa sebab. Pandu menegaskan bahwa data penerima bantuan kini diperbarui secara berkala menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Sekarang ada update data penerima setiap tiga bulan. Jadi, warga yang dinilai sudah mampu tidak lagi mendapatkan bantuan," jelasnya.
Penerima manfaat yang berhak atas bantuan ini adalah warga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 pada data DTSEN tersebut.
Penyerahan bantuan di Desa Penjalin berlangsung antusias. Salah satu penerima, Maksum, mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan jatah beras di tengah harga kebutuhan pokok yang sedang tinggi.
"Alhamdulillah dapat 30 kilogram. Berasnya kualitasnya bagus. Ini sangat membantu kami mengurangi beban pengeluaran, apalagi harga beras terus naik. Kalau sekarang sekitar Rp15 ribu per kilogram," ungkapnya.
Bupati Kendal menambahkan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi di tingkat daerah. Ia berharap bantuan yang menyasar ribuan keluarga kurang mampu ini dapat meringankan beban ekonomi warga secara berkelanjutan.