WONOGIRI — Prosesi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 5 Wonogiri berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Ilmi itu menjadi momentum bagi sekolah untuk menanamkan pendidikan karakter berbasis keteladanan Rasulullah kepada seluruh peserta didik.
Kepala SMPN 5 Wonogiri, Pudi Sri Maryatmo, dalam sambutannya menegaskan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti sebagai materi pelajaran. Ia meminta para siswa menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam bersikap dan berkepribadian, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pesan tersebut kemudian diperdalam melalui tausiyah yang disampaikan Ustaz Parman Hanif. Para siswa diajak mengenal dan menerapkan sejumlah sifat Rasulullah yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Ustaz Parman Hanif menyoroti empat nilai utama: kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini dinilai penting, bukan hanya saat berada di sekolah, tetapi juga ketika berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat.
Inti pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut menekankan bahwa prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan karakter. Kemampuan dan kecerdasan akan lebih bermakna apabila dibarengi sikap jujur, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.
Aspek menarik dari peringatan Maulid kali ini adalah pengaturan bagi peserta didik non-Muslim. Mereka mengikuti kegiatan ibadah secara tersendiri sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari praktik toleransi beragama di lingkungan sekolah. Setiap peserta didik tetap mendapatkan ruang untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing tanpa terkecuali.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur'an Surat Muhammad ayat 1-2 yang dibawakan oleh Az Zahra Khoerunisa. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah dan tausiyah agama.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SMPN 5 Wonogiri berupaya menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan pendidikan karakter secara konkret. Harapannya, siswa tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang mengejar prestasi, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik.
Tema generasi "Spenma yang Beriman, Berkarakter, Berprestasi dan Berakhlakul Karimah" diharapkan tidak berhenti sebagai slogan kegiatan. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan siswa dalam belajar, berteman, menghormati perbedaan, dan menjalani kehidupan sehari-hari.