JAWA TENGAH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (24/9/2026) dan bertengger di level 6.338, turun 36,67 poin atau 0,58% dari penutupan sebelumnya. Tekanan jual melanda 318 saham, jauh melampaui 177 saham yang masih menguat. Pelemahan harian ini memperpanjang tren negatif IHSG yang sudah minus 2,79% secara bulanan dan 1,90% secara mingguan.
Data RTI mencatat IHSG dibuka langsung melemah ke level 6.364 sebelum terus tertekan hingga menyentuh titik terendah 6.336. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak dalam rentang sempit antara 6.336 hingga 6.368, mencerminkan minimnya tenaga beli untuk mendorong rebound.
Nilai transaksi indeks baru mencapai Rp 771 miliar pada perdagangan pagi. Volume saham yang diperdagangkan tercatat 2,09 miliar lembar, terbagi dalam 142.141 kali transaksi.
Tekanan Jual Lebih Dominan di Hampir Semua Sektor
Struktur pasar pagi ini timpang. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 318 emiten melemah, 177 emiten menguat, dan 186 emiten stagnan. Rasio saham turun terhadap saham naik hampir dua banding satu, sinyal bahwa pelaku pasar masih memilih mengurangi eksposur.
Dominasi saham melemah ini konsisten dengan pergerakan indeks yang tidak mampu bertahan di atas level pembukaan. Aksi jual lebih banyak terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang punya bobot signifikan terhadap IHSG.
Kinerja IHSG di Berbagai Periode
Pelemahan harian menambah daftar kinerja negatif IHSG dalam beberapa rentang waktu. Secara mingguan, indeks sudah turun 1,90%, sementara secara bulanan koreksinya mencapai 2,79%.
Gambaran jangka menengah juga tidak menggembirakan. Dalam enam bulan terakhir, IHSG tercatat melemah 17,78%. Angka ini kontras dengan kinerja tiga bulanan yang masih mencatat penguatan 3,91%, menandakan koreksi tajam baru terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
- Harian: minus 0,58% (6.338)
- Mingguan: minus 1,90%
- Bulanan: minus 2,79%
- Tiga bulanan: plus 3,91%
- Enam bulanan: minus 17,78%
Rentang Pergerakan dan Likuiditas Sesi Pagi
Rentang pergerakan IHSG pagi ini hanya 32 poin, dari 6.336 hingga 6.368. Rentang sempit dengan bias negatif menunjukkan pasar menunggu katalis baru sebelum menentukan arah.
Nilai transaksi Rp 771 miliar pada sesi pagi tergolong tipis. Likuiditas yang rendah membuat pergerakan indeks lebih mudah terombang-ambing oleh aksi jual institusi maupun investor ritel berukuran besar.
Yang Perlu Dicermati Investor
Kombinasi saham melemah yang dominan, rentang pergerakan sempit, dan nilai transaksi tipis menjadi tiga hal yang perlu dicermati pada sesi berikutnya. Tanpa lonjakan volume beli, IHSG berpotensi kesulitan keluar dari tekanan jual jangka pendek.
Investor yang memegang saham berkapitalisasi besar perlu memperhatikan apakah tekanan jual berlanjut ke sesi siang. Sebaliknya, pelaku pasar yang menunggu entry point bisa mencermati level support di sekitar 6.336 yang bertahan sepanjang pagi.